Anak kemudian bisa bergantung pada ibu yang terlalu memanjakan, sehingga proses kemandirian dan kedewasaan jadi terhambat.
Kiley juga menyebut anak bisa terdorong mandiri sebelum siap, lalu akhirnya merasa ditinggalkan saat masih rapuh.
Baca Juga: Empat Titik Disisir Kejagung: Dugaan Korupsi Kemenhut Bikin Jakarta–Bogor Ikut Panas
Selain itu, anak laki-laki yang tumbuh di keluarga penuh konflik, dendam, dan saling menyalahkan disebut lebih rentan mengalami sindrom ini.
Dalam situasi tersebut, ibu bisa menggantungkan emosi pada anak, sementara ayah menjadikan anak sebagai penengah konflik rumah tangga.
Akhirnya anak tumbuh dengan beban emosional besar dan sulit berkembang menjadi pribadi yang benar-benar mandiri.***
Lewat cerita Onad, publik melihat bahwa rehabilitasi bukan hanya soal hukuman, tetapi juga proses memahami diri dan belajar tumbuh lebih dewasa.
Artikel Terkait
Empat Titik Disisir Kejagung: Dugaan Korupsi Kemenhut Bikin Jakarta–Bogor Ikut Panas
Bukan Sekadar Stimulus: 4 Jurus APBN Ini Lanjut di 2026, UMKM dan Pekerja Jadi Fokus Utama
Warna Bisa Bikin Motor Naik Kelas: Yamaha R25 dan R3 Menang Penghargaan Bergengsi di Jepang!
Bisnis Berbasis Subscription: Model yang Makin Diminati Konsumen
Gak Cuma Scroll: Begini Cara Social Commerce di TikTok & Instagram Bikin Jualan Makin Melejit di 2026”
Green Business: Rahasia Usaha Ramah Lingkungan yang Bikin Untung dan Bumi Sehat di 2026
Kerja Fleksibel Menguntungkan: Peluang Bisnis Jasa dari Tren Remote Work dan Freelance di 2026
Produk Lokal Naik Kelas: Tren Konsumen yang Makin Bangga Buatan Indonesia
Personal Branding Jadi Aset: Tren Bisnis Berbasis Kreator dan Komunitas
Jangan Putus Kuliah Karena Miskin! IPB Siapkan Beasiswa Rp141,72 Miliar, Mayoritas untuk Mahasiswa Kurang Mampu