Bagi Worthington, Jake Sully bukan karakter yang “dibongkar-pasang” setiap film dimulai.
Peran ini ia bawa terus, tumbuh seiring pengalaman hidup dan proyek lain yang ia jalani.
Setiap film di luar Avatar menjadi ruang belajar.
Ilmu dan kedewasaan akting yang ia dapatkan di tempat lain, ia bawa kembali saat kembali ke dunia Pandora.
Baca Juga: Eywa dalam Avatar Dijelaskan: Great Mother, Alam Hidup, dan Konflik Na’vi
Belajar Akting untuk Kembali ke Avatar
Worthington secara jujur mengakui bahwa ia mengambil film lain untuk satu alasan utama: belajar.
Belajar memahami emosi, ritme, dan cara bercerita.
Harapannya sederhana.
Saat kembali bekerja dengan James Cameron, ia bisa memberikan sesuatu yang lebih matang demi memperkaya kisah Avatar.
Jika Harus Berakhir, Ini Sudah Lebih dari Cukup
Bagi Worthington, masa depan bukan hal yang paling ia kejar.
Tahun-tahun yang telah ia habiskan bersama Avatar sudah terasa bermakna.
Jika Fire and Ash menjadi akhir perjalanan, ia menerimanya dengan lapang.
Cerita yang telah dibangun selama ini sudah cukup menjadi warisan emosional.
Avatar: Fire and Ash kini telah tayang di bioskop secara global, membawa kisah yang bukan hanya tentang Pandora, tetapi juga perjalanan panjang seorang aktor bersama karakternya.***
Artikel Terkait
Muncul Klan Baru Ash People di Avatar 3, Lebih Jahat dan Bahaya dari Musuh Sebelumnya?
Panduan Lengkap Cara Main Roblox untuk Pemula: Download, Buat Akun, Ganti Avatar, dan Pilih Map
Avatar: Fire and Ash Tayang di Bioskop 19 Desember, Bakal jadi Salam Perpisahan Sully?
Avatar 3: Fire and Ash, Petualangan Baru Klan Api di Pandora, Cek Sinopsis, Pemeran, dan Jadwal Tayangnya
Panduan Lengkap Urutan Nonton Film Avatar agar Cerita Utuh Sebelum Avatar: Fire and Ash
Review Avatar: Fire and Ash, Visual Pandora Memukau, Raih 761.000 Penonton
Eywa dalam Avatar Dijelaskan: Great Mother, Alam Hidup, dan Konflik Na’vi
Review Film Avatar: Fire and Ash dengan Konflik Moral yang Lebih Kompleks
James Cameron Pertimbangkan Akhiri Avatar Jika Fire and Ash Tak Tembus Target
Avatar: Fire and Ash Tembus 3 Juta Penonton di Bioskop Indonesia