Baca Juga: Musisi Legendaris Acil Bimbo Meninggal Dunia di Usia 82 Tahun
Pertarungan Panjang Melawan Penyakit
Di balik senyum dan karakter tegas yang kerap dibawakan, Epy Kusnandar pernah melewati masa-masa kelam. Pada tahun 2010, dia divonis menderita tumor otak berbahaya.
Kondisinya saat itu disebut sangat kritis, dan dokter bahkan memperkirakan hidup Epy hanya tersisa empat bulan.
Karina Ranau mengenang betapa tiba-tibanya kondisi itu. Sebelum divonis, Epy mengalami muntah hebat, demam, hingga tak sadarkan diri saat mengemudi.
Hasil CT Scan pun mengungkap adanya tumor di bagian otaknya. Meski dokter menyarankan operasi, Epy dan Karina memilih jalan pengobatan alternatif.
Obat herbal seperti akar sidaguri dan sarang semut menjadi bagian dari ikhtiar penyembuhannya. Secara mengejutkan, kondisi Epy perlahan membaik.
Dia pulih tanpa operasi, dan kembali aktif berkarya di dunia hiburan, bahkan selama lebih dari satu dekade setelah divonis kritis.
Baca Juga: Aktor Senior Ray Sahetapy Meninggal Dunia Di Hari Kedua Lebaran
Dalam berbagai wawancara, Epy kerap mengatakan bahwa sejak vonis itu ia selalu menghitung hari, dan berserah diri jika sewaktu-waktu Tuhan memanggilnya.
Setiap tahun yang dia lewati dianggapnya sebagai bonus kehidupan. “Setiap ulang tahun, saya bersyukur masih diberi kesempatan,” tuturnya dalam satu kesempatan.
Bahkan, dia pernah menyinggung usia 61 adalah batas yang dia bayangkan. Ucapan itu membuat banyak orang teringat kembali setelah kabar kepergiannya dipublikasikan.
Sosok Bersahaja yang Dicintai Banyak Orang
Selama hidupnya, Epy dikenal sebagai pribadi yang hangat, sederhana, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap pekerjaannya.
Artikel Terkait
Polo Srimulat Meninggal Dunia, Dunia Hiburan Tanah Air Berduka! CEK FAKTA
Vokalis Band Sore Ade Paloh Meninggal, Ini Profil dan Karyanya
Aktor Donny Kesuma Meninggal Dunia. Dunia Hiburan Indonesia Berduka
Babe Cabita, Komika Terkenal Indonesia Meninggal Dunia karena Anemia Aplastik, Apa Itu?
Preman Pensiun Kehilangan Kang Gobang Yang Meninggal Jumat Dinihari