Terinspirasi Serat Centini, Gowok Kamasutra Jawa Tayang 5 Juni 2025, Film Terbaru Hanung Bramantyo

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Minggu, 1 Juni 2025 | 07:05 WIB
Terinspirasi Serat Centini, Gowok Kamasutra Jawa Tayang 5 Juni 2025, Film Terbaru Hanung Bramantyo. (Instagram @lola.amaria)
Terinspirasi Serat Centini, Gowok Kamasutra Jawa Tayang 5 Juni 2025, Film Terbaru Hanung Bramantyo. (Instagram @lola.amaria)

Donny Damara

Ady Bisl

Terinspirasi dari Serat Centhini

Sutradara Hanung Bramantyo mengungkapkan film ini terinspirasi dari Serat Centhini, sebuah karya sastra klasik Jawa yang disusun pada masa pemerintahan Sunan Pakubuwana V.

Serat Centhini sendiri disusun tiga pujangga utama, yaitu Raden Ngabehi Ranggasutrasana, Raden Ngabehi Sastradipura (Kiai Ahmad Ilhar), dan Raden Ngabehi Yasadipura II (Ranggawarsita I).

Kitab Jawa ini dikenal sebagai ensiklopedia kebudayaan Jawa, karena membahas berbagai aspek kehidupan, mulai dari filsafat, agama, kuliner, hingga seksualitas.

Baca Juga: Sinopsis Film Shadow In The Cloud, Misteri Jahat Dalam Pesawat Bomber  

Namun, Hanung Bramantyo menegaskan meski Gowok: Kamasutra Jawa mengambil inspirasi dari Serat Centhini, tidak semua isi Serat Centhini diadaptasi.

Sebaliknya, film ini hanya mengangkat bagian yang berkaitan dengan pendidikan seksual, dan ajaran membangun sekaligus menciptakan keharmonisan rumah tangga dalam konteks budaya Jawa.

“Kalau dibilang ini film tentang Serat Centhini, iya, tapi bukan Serat Centhini secara utuh. Kami hanya mengambil bagian yang berkaitan dengan pendidikan seksual,” jelas Hanung dikutip dari Antara.

Hanung juga menegaskan film ini bukan eksploitasi soal seksualitas. Sebaliknya, film ini memperlihatkan bahwa pendidikan seksual sebenarnya berakar kuat dalam budaya lokal, bukan sekadar produk budaya modern.

Baca Juga: Review Film: Mission Impossible – The Final Reckoning, Aksi Pamungkas Ethan Hunt

Pesan Budaya dan Moral

Dengan rating 17+, Gowok: Kamasutra Jawa ditujukan khusus untuk penonton dewasa. Film ini membawa banyak pesan moral dan nilai budaya, terutama bagaimana peran suami dan istri dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.

Hanung berharap film ini bisa membuka diskusi di masyarakat tentang pentingnya memahami pasangan, membangun komunikasi yang baik, serta menghormati nilai-nilai budaya dalam kehidupan pernikahan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X