ekonomi

Kontruksi Perumahan Ramah Lingkungan Jadi Fokus Pembinan Jasa Kontruksi

Jumat, 8 April 2022 | 02:29 WIB
Direktur Utama SIG, Donny Arsal (kedua kanan) menyerahkan cinderamata kepada Direktur Pengembangan Jasa Konstruksi, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Putut Marhayudi (kedua kiri) usai pembukaan pelatihan tenaga konstruksi di Hotel Novotel, Palembang. (pic.humas pt sig)

Baca Juga: Simak Jadwal Penyisihan Piala Dunia 2022. Semua Laga Disiarkan Emtek Group Melalui SCTV, Indosiar dan Vidio

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Yudha Mediawan mengatakan, dengan adanya sinergi bersama, diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi, meningkatkan pemahaman serta mendorong optimalisasi penggunaan material semen ramah lingkungan dan produk turunannya, serta meningkatkan peran pelaku usaha dalam penggunaan material semen ramah lingkungan dan produk turunannya.

Sementara itu, Direktur Utama SIG, Donny Arsal mengatakan, konstruksi di Indonesia menjadi salah satu sektor penggerak ekonomi nasional terbesar dengan serapan tenaga kerja lebih dari 8 juta jiwa. SIG memiliki visi untuk mendorong inovasi produk dan teknologi konstruksi yang berwawasan masa depan dan berorientasi perlindungan lingkungan.

 Melalui semangat Go Beyond Next untuk mendukung kehidupan masa depan yang berkelanjutan, SIG telah mengembangkan produk ramah lingkungan. 

Baca Juga: Pendaftaran Taruna Akpol 2022 Sampai 18 April 2022, Simak Syaratnya, diantaranya Tidak Bertato atau Tindik

Selain portofolio produk semen Non OPC untuk berbagai aplikasi yang dapat mereduksi emisi CO2 sebesar 8-44%, SIG juga menyediakan berbagai solusi beton yang telah dikembangkan, seperti teknologi konstruksi DynaHome untuk percepatan pembangunan perumahan, SpeedCrete untuk solusi perbaikan perkerasan beton dengan open traffic dalam 4 jam yang memungkinkan  penyelesaian pengerjaan konstruksi jalan yang lebih cepat dan bebas macet, serta ThruCrete solusi perkerasan beton dengan porositas hingga 35% yang dapat menyediakan daerah resapan air dan mengurangi risiko banjir. 

Melalui unit pengolahan limbah bernama Nathabumi, SIG memanfaatkan limbah industrial maupun sampah perkotaan sebagai bahan baku dan bahan bakar alternatif melalui metode co-processing. Beberapa jenis limbah industri seperti fly ash, bottom ash, dan copper slag juga dapat digunakan sebagai alternatif bahan baku semen dan produk turunannya.

“Selain menyediakan material konstruksi yang ramah lingkungan, kami juga ingin terlibat dalam pemberdayaan tenaga kerja konstruksi di Indonesia terutama dalam hal prinsip dan tren konstruksi berkelanjutan serta perkembangan teknologi semen ramah lingkungan dan produk turunannya untuk menunjang peningkatan penggunaan produk ramah lingkungan dalam negeri demi mewujudkan penyelenggaraan konstruksi yang produktif, efisien, dan ramah lingkungan” ujar Donny Arsal.

Baca Juga: Semen Indonesia Dukung Upaya Kementerian BUMN Lakukan Inisiatif Dekarbonisasi

Sinergi antara SIG dan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi PUPR hari ini ditandai dengan piloting pelatihan untuk 60 tenaga konstruksi di Palembang (Sumatra Selatan), 30 tenaga konstruksi di DKI Jakarta serta sebanyak 30 tenaga konstruksi di Surabaya (Jawa Timur).

Kegiatan pelatihan yang dilakukan diantaranya praktik aplikasi penggunaan DynaPump, produk semen khusus untuk aplikasi struktur atau non-struktur, serta mortar.

Selain itu pemberian materi mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), tren konstruksi berkelanjutan, metode konstruksi, serta perkembangan teknologi semen dan produk turunannya. Dalam pelaksanaan pelatihan ini, dukungan yang diberikan oleh SIG terkait penyediaan modul, bahan dan alat praktik, instruktur, serta APD.

Baca Juga: SBI, Unit Usaha PT Semen Indonesia Bangun Pelabuhan Khusus di Tuban

Melalui pelatihan ini diharapakan dapat meningkatkan kompetensi pekerja konstruksi terhadap produk berbasis aplikasi dengan memberikan informasi produk serta pengalaman secara langsung penggunaan produk.

Hal ini diharapkan menjadi menjadi media untuk para pekerja konstruksi agar terus memperbaharui pengetahuan terhadap kemajuan teknologi dan metode konstruksi. Pelatihan ini akan menjadi salah satu cara peningkatan produktivitas tenaga konstruksi di Indonesia.

Halaman:

Tags

Terkini