ekonomi

Kontruksi Perumahan Ramah Lingkungan Jadi Fokus Pembinan Jasa Kontruksi

Jumat, 8 April 2022 | 02:29 WIB
Direktur Utama SIG, Donny Arsal (kedua kanan) menyerahkan cinderamata kepada Direktur Pengembangan Jasa Konstruksi, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Putut Marhayudi (kedua kiri) usai pembukaan pelatihan tenaga konstruksi di Hotel Novotel, Palembang. (pic.humas pt sig)

TITIKTEMU.CO PALEMBANG – Bersinergi dengan  Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),  PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG)  melakukan kerjasama Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi.

Sinergi diwujudkan dengan digelarnya pelatihan tenaga konstruksi di Hotel Novotel, Palembang, Kamis (7/4).

Baca Juga: Mau Mudik Lebaran Naik Kereta, Simak Ini Aturan Terbaru Berlaku Mulai 5 April 2022!

Baca Juga: Soal Kenaikan Harga Pertamax, Pengamat UGM : Sudah Tepat, Sesuai Harga Keekonomian

Pelatihan dibuka Direktur Pengembangan Jasa Konstruksi, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Putut Marhayudi bersama Direktur Utama SIG, Donny Arsal dan disaksikan secara virtual oleh Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Yudha Mediawan.

Dilatarbelakangi  kebutuhan konstruksi untuk infrastruktur, perumahan dan kawasan yang meningkat, seiring dengan pertumbuhan populasi dan urbanisasi, SIG dan PUPR memiliki visi yang sejalan dalam mendorong penerapan prinsip konstruksi berkelanjutan sebagai upaya untuk memitigasi dampak konstruksi terhadap lingkungan. 

Baca Juga: Ratusan Petani Sangem di Rembang Difasilitasi Garap Lahan Semen Indonesia

PUPR telah menerbitkan serangkaian kebijakan strategis, salah satunya adalah Instruksi Menteri PUPR No. 4 Tahun 2020 tentang penggunaan Semen Non Ordinary Portland Cement (Non OPC) pada pekerjaan konstruksi di Kementerian PUPR.

Pada instruksi menteri tersebut diamanatkan bahwa untuk mewujudkan pembangunan konstruksi yang berkelanjutan, diperlukan optimalisasi penggunaan material yang ramah lingkungan dalam pekerjaan konstruksi namun tetap memenuhi persyaratan spesifikasi material untuk tiap-tiap jenis pekerjaan konstruksi.

Semen Non OPC telah teruji dapat memenuhi persyaratan spesifikasi dan diproduksi dengan indeks terak yang lebih rendah dibandingkan semen OPC yang banyak digunakan untuk konstruksi berbagai infrastruktur sehingga dapat menekan emisi CO2 dalam proses produksinya. 

Baca Juga: Pendaftaran Bintara Polri bagi Lulusan SMA-S1, Cek Syarat Penerimaan dan Cuus Daftar, Tenggat 11 April 2022

SIG, dengan transformasi yang telah dilakukan, mendukung program PUPR dalam konstruksi berkelanjutan melalui inovasi dalam menghadirkan berbagai solusi teknologi konstruksi yang tidak hanya dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi konstruksi namun juga dapat berkontribusi menjadi bagian solusi untuk permasalah emisi gas rumah kaca, ketersediaan air, serta limbah yang terdampak oleh sektor konstruksi.

Dalam mendorong penerapan berbagai solusi teknologi konstruksi tersebut, SIG juga mengedepankan pentingnya proses edukasi dan sosialisasi tenaga kerja konstruksi agar dapat melakukan perubahan pada tahap perencanaan serta pelaksanaan praktik kerja di lapangan.

Sinergi tidak hanya terkait optimalisasi penggunaan semen maupun produk turunan semen sebagai solusi teknologi konstruksi yang ramah lingkungan saja, namun juga mencakup peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga kerja konstruksi untuk mewujudkan penyelenggaraan jasa konstruksi yang berkelanjutan. 

Halaman:

Tags

Terkini