TITIKTEMU.CO JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebagai perusahaan jalan tol pertama dan terbesar di tanah air, terus membuktikan diri sebagai leader dalam industri jalan tol, dengan berbagai peningkatan pelayanan, berlandaskan semangat transformasi dan inovasi berbasis teknologi.
Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur menjelaskan sejumlah pencapaian kinerja positif dengan merealisasikan 5 Prioritas Kementerian BUMN yang selalu disampaikan oleh Erick Thohir dalam menjalankan strategi bisnis perusahaan.
Ke 5 prioritas itu masing-masing, nilai ekonomi dan sosial untuk Indonesia, inovasi model bisnis, kepemimpinan teknologi, peningkatan investasi, dan pengembangan talenta.
“Pencapaian kinerja positif Perusahaan juga mencerminkan fokus Jasa Marga Group dalam membangun sustainable corporation, yang tidak hanya mengejar return bagi pemegang saham, namun memperhatikan dampak lingkungan dan dampak sosial bagi para pemangku kepentingannya,” ujar Subakti.
Baca Juga: Pembebasan Lahan Tol Solo-Yogya Capai 26,2 %, Uang Ganti Rugi 1,7 Triliun Digelontorkan
Saat ini Jasa Marga menguasai market share sebesar 51% dari total jalan tol operasi di Indonesia, atau sepanjang 1.246 Km.
Sepanjang tahun 2021, Jasa Marga telah berhasil mengoperasikan 55,94 Km jalan tol baru, dan masih akan bertambah hingga akhir tahun.
“Total konsesi jalan tol yang dimiliki oleh Jasa Marga saat ini telah mencapai 1.603 Km di seluruh Indonesia. Kami menargetkan, masih ada penambahan jalan tol operasi hingga akhir tahun 2021, yaitu Jalan Tol Manado-Bitung Ruas Danowudu-Bitung yang ditargetkan beroperasi pada triwulan IV Tahun 2021. Hingga 15 September 2021, progres pembebasan lahan untuk Jalan Tol Manado-Bitung RuasDanowudu-Bitung adalah 97,60%, sedangkan konstruksinya mencapai 94,43%,” paparnya.
Baca Juga: Animo Tinggi, Calon Peserta Vaksin Drive Thru Di Tol Jagorawi Sekarang Diminta Mendaftar Online
Di tengah pandemi covid-19, hingga Semester I Tahun 2021 Jasa Marga juga mencatatkan kinerja positif yang tercermin dari peningkatan pendapatan usaha sebesar 29,95% karena telah beroperasinya ruas-ruas jalan tol baru yang didukung oleh meningkatnya mobilisasi masyarakat sehingga berdampak pada peningkatan volume lalu lintas.
Tidak hanya itu, EBITDA juga mengalami peningkatan sebesar 40,76% seiring dengan meningkatnya Pendapatan Tol, hal ini juga menyebabkan peningkatan EBITDA Margin yang mencapai 64,10%.
“Di bulan ini, hingga 15 September 2021, kami mencatat peningkatan lalu lintas yang cukup siginifikan. Secara total, lalu lintas harian rata-rata (LHR) seluruh jalan tol Jasa Marga Group hanya turun sekitar 11,9% setelah sebelumnya saat PPKM Darurat di bulan Juli 2021 sempat turun hingga 43,9% dari LHR normal sebelum pandemi. Kami optimis hingga akhir tahun 2021 ini target kinerja Perusahaan akan tercapai dengan hasil yang baik,” tambahnya.
Baca Juga: Vaksinasi Drive Thru di Tol Jagorawi, Mau Ikut Disuntik Sinovac Atau Pfizer? Yuk Simak Syaratnya…
Di akhir tahun 2020, jalan tol Jasa Marga Group meraih penghargaan atas pemenuhan “Roadmap Jalan Tol Berkelanjutan” yang diinisiasi oleh Kementerian PUPR, yaitu Jalan Tol Jagorawi dan Jalan Tol Semarang-Solo.