Temuan ini menjadi pukulan berat bagi Jerome yang selama ini percaya bahwa sistem keuangan perusahaan berjalan dengan baik.
Baca Juga: Wacana War Ticket Haji Ramai Dibahas, Pemerintah Tegaskan Masih Tahap Kajian
Tetap Menyelamatkan Bisnis Hingga Akhir
Meskipun menghadapi kerugian besar, Jerome tidak langsung menghentikan operasional Menantea.
Ia bahkan mengaku menggunakan dana pribadinya untuk menjaga bisnis tetap berjalan.
Langkah tersebut dilakukan agar kontrak kerja sama dengan para mitra bisnis dapat diselesaikan dengan baik hingga batas waktu yang telah disepakati, yaitu pada 25 April 2026.
Keputusan itu menunjukkan bahwa Jerome berusaha menyelesaikan tanggung jawab bisnisnya secara profesional meskipun perusahaan sedang berada dalam kondisi sulit.
Kesibukan dan Kepercayaan Jadi Faktor
Jerome juga mengungkap bahwa kesibukannya menjalankan berbagai proyek dan bisnis lain membuatnya terlalu bergantung pada orang yang dipercaya mengelola keuangan perusahaan.
Dalam dunia bisnis, menurutnya, kepercayaan memang menjadi dasar kerja sama.
Namun pengalaman ini mengajarkan bahwa kepercayaan tetap harus dibarengi dengan sistem kontrol yang kuat.
Ia menyadari bahwa kelalaiannya dalam memantau mutasi rekening menjadi salah satu faktor yang membuat masalah tersebut terlambat terdeteksi.
Baca Juga: Ramai Sorotan Anggaran Rp113 Miliar untuk EO, Ini Penjelasan Badan Gizi Nasional
Ternyata Bukan Satu-satunya Korban
Setelah kasus ini terungkap, Jerome baru mengetahui bahwa dirinya bukan satu-satunya korban.