ekonomi

Harga Emas Dunia Anjlok 11 Persen dalam Sepekan, Masih Layak Jadi Safe Haven?

Senin, 23 Maret 2026 | 09:05 WIB
Harga Emas Dunia Anjlok 11 Persen dalam Sepekan, Masih Layak Jadi Safe Haven? (Infografis)

TITIKTEMU.CO - Di tengah memanasnya konflik di Iran yang memicu ketidakpastian global, Harga emas dunia mengalami tekanan tajam dalam sepekan terakhir.

Emas kehilangan daya tariknya sebagai aset lindung nilai (safe haven). Sepanjang pekan lalu, harga emas tercatat anjlok hingga 11 persen, menjadi penurunan mingguan terbesar sejak 1983.

Bahkan, jika dihitung sejak konflik geopolitik meningkat, harga emas sudah terkoreksi lebih dari 14 persen. Kondisi ini cukup mengejutkan, sebab emas biasanya menjadi pilihan utama investor di tengah ketegangan global.

Baca Juga: Spesifikasi Realme 16 Pro Plus: Kamera 200 MP, Baterai 7.000 mAh, Harga Mulai Rp9 Jutaan 

Tekanan dari Suku Bunga dan Dolar AS

Salah satu faktor utama yang menekan harga emas adalah perubahan ekspektasi kebijakan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve.

Pelaku pasar kini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi sepanjang tahun ini. Situasi ini membuat instrumen investasi seperti obligasi menjadi lebih menarik karena menawarkan imbal hasil.

Sebaliknya, emas yang tidak memberikan bunga atau dividen menjadi kurang diminati. Dalam kondisi suku bunga tinggi, biaya peluang (opportunity cost) memegang emas ikut meningkat.

Selain itu, penguatan dolar AS juga turut menekan harga emas. Dalam beberapa pekan terakhir, nilai dolar menguat hampir 2 persen.

Karena emas diperdagangkan dalam dolar AS, kenaikan nilai mata uang tersebut membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor global. Akibatnya, permintaan terhadap emas pun menurun.

Baca Juga: Daftar Harga HP Xiaomi Rp 2 Juta–Rp 4 Jutaan Lebaran 2026, Redmi Note 15 Jadi Andalan 

Dampak Gejolak Global dan Energi

Konflik di Iran juga berdampak pada lonjakan harga energi dan ketidakpastian ekonomi global. Kondisi ini memicu kekhawatiran inflasi di berbagai negara.

Sebagai respons, sejumlah bank sentral di dunia cenderung menahan bahkan menaikkan suku bunga. Kebijakan ini semakin memperkuat tekanan terhadap emas.

Halaman:

Tags

Terkini