TITIKTEMU.CO - Berikut update harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terbaru per Sabtu, 28 Februari 2026. Apakah harga BBM di Jawa Tengah mengalami perubahan?
PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi yang berlaku mulai 1 Februari 2026 di seluruh SPBU Pertamina di Indonesia.
BBM Nonsubsidi Turun per 1 Februari 2026
Berdasarkan informasi resmi, seluruh produk BBM nonsubsidi seperti Pertamax Series dan Dex Series mengalami penurunan harga. Berikut rinciannya:
- Pertamax (RON 92): Rp11.800 (turun Rp550 dari Rp12.350)
- Pertamax Green 95: Rp12.450 (turun Rp700 dari Rp13.150)
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp12.700 (turun Rp700 dari Rp13.400)
- Dexlite (CN 51): Rp13.250 (turun Rp250 dari Rp13.500)
- Pertamina Dex (CN 53): Rp13.500 (turun Rp100 dari Rp13.600)
Baca Juga: THR ASN 2026 Cair Awal Ramadan, Pemerintah Siapkan Rp55 Triliun untuk 10,5 Juta Penerima
Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan.
Harga BBM di Jawa Tengah Februari 2026
Untuk wilayah Jawa Tengah, harga BBM yang berlaku sejak 1 Februari 2026 adalah sebagai berikut:
- Pertalite: Rp10.000
- Biosolar: Rp6.800
- Pertamax: Rp11.800
- Pertamax Turbo: Rp12.700
- Pertamax Green 95: Rp12.450
- Dexlite: Rp13.250
- Pertamina Dex: Rp13.500
Dengan demikian, harga BBM di Jawa Tengah mengikuti skema penurunan harga BBM nonsubsidi yang berlaku secara nasional sejak awal Februari 2026.
Baca Juga: Viral Kondisi SD Negeri Bo’of NTT Berdinding Bambu dan Lantai Tanah, Semangat Siswa Bikin Haru
Harga BBM di Wilayah Lain
Penyesuaian harga ini juga berlaku di berbagai provinsi lain seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, hingga wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua dengan variasi harga tertentu di beberapa daerah seperti Free Trade Zone (FTZ) Sabang dan Batam.
Secara umum, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter di seluruh Indonesia, sementara BBM nonsubsidi mengalami penurunan sesuai kebijakan terbaru.
Penyesuaian ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga energi serta mendukung daya beli masyarakat menjelang Ramadan 2026.***