Keuntungan strategi ini adalah mengurangi risiko membeli di harga puncak karena pembelian dilakukan secara bertahap. Dalam jangka panjang, metode ini terbukti efektif membangun portofolio secara stabil.
Banyak aplikasi kripto kini menyediakan fitur pembelian otomatis untuk memudahkan pengguna menjalankan strategi ini.
3. Trading Bitcoin
Selain investasi jangka panjang, Bitcoin juga bisa diperoleh melalui trading. Trader memanfaatkan fluktuasi harga harian untuk membeli di harga rendah dan menjual di harga lebih tinggi.
Meski berpotensi memberikan keuntungan cepat, trading memiliki risiko lebih tinggi dibanding investasi biasa. Pemula disarankan mempelajari analisis dasar dan manajemen risiko terlebih dahulu.
Trading cocok bagi mereka yang aktif memantau pasar dan siap menghadapi volatilitas tinggi.
Baca Juga: Wajib Tahu! Panduan Investasi Bitcoin untuk Pemula Agar Nggak Boncos
4. Mining Bitcoin Butuh Modal Besar
Mining atau menambang Bitcoin adalah proses menghasilkan Bitcoin dengan menggunakan perangkat komputer khusus.
Namun, mining menjadi semakin kompetitif. Biaya listrik tinggi, kebutuhan perangkat mahal, dan persaingan global membuat metode ini kurang cocok bagi pemula dengan modal terbatas.
Meski begitu, mining tetap menjadi salah satu cara asli untuk mendapatkan Bitcoin secara langsung dari jaringan blockchain.
5. Menggunakan Fitur Earn atau Yield di Platform Kripto
Beberapa platform kripto menyediakan fitur earn atau yield yang memungkinkan pengguna memperoleh imbal hasil dari aset kripto yang dimiliki.
Melalui fitur ini, pengguna bisa meningkatkan jumlah aset secara bertahap. Meski Bitcoin tidak menggunakan sistem staking seperti beberapa kripto lain, ada produk keuangan kripto yang tetap memberikan peluang imbal hasil.
Baca Juga: 8 Cara Tukar Satoshi Bitcoin ke Dana dengan Aman dan Legal