Semakin tinggi rating, semakin besar kepercayaan investor. Semakin rendah rating, semakin mahal biaya utang dan semakin tinggi risiko gejolak pasar.
Bagi Indonesia, mempertahankan rating investment grade bukan hanya soal citra, tapi juga soal masa depan ekonomi, stabilitas rupiah, dan kemampuan membiayai pembangunan nasional.***