TITIKTEMU.CO - Lonjakan harga Bitcoin tembus USD 100.000 di akhir 2025 sukses bikin banyak orang FOMO. Tanpa pikir panjang, tak sedikit yang langsung beli Bitcoin di harga puncak.
Masalahnya, ketika harga terkoreksi 15–20 persen, panik pun datang. Banyak yang akhirnya boncos, karena harus menjual rugi. Fenomena ini benar-benar terjadi.
Data Bappebti per Januari 2026 mencatat jumlah investor aset kripto di Indonesia mencapai 19,2 juta orang, dengan total nilai transaksi sepanjang 2025 menembus Rp488 triliun.
Baca Juga: 7 Aplikasi Investasi Saham Terbaik dan Aman 2026, Cocok untuk Pemula hingga Trader Aktif
Angka ini menunjukkan minat masyarakat terhadap investasi Bitcoin semakin tinggi. Namun, berapa banyak investor pemula yang benar-benar paham cara kerja Bitcoin dan risikonya?
Nah, berikut ini panduan investasi Bitcoin untuk pemula sebagai referensi agar tidak salah langkah dalam investasi bitcoin, dan punya peluang keuntungan di tahun 2026.
Bitcoin adalah aset digital terdesentralisasi dengan teknologi blockchain. Tidak ada bank sentral atau pemerintah yang mengontrol, sehingga semua transaksi tercatat transparan dan sulit dimanipulasi.
Baca Juga: Jangan Salah Pilih! 7 Aplikasi Investasi Emas Legal Berizin OJK dan Bappebti
Mengapa Harganya Bisa Meledak?
Keunikan Bitcoin terletak pada jumlahnya yang terbatas, hanya 21 juta koin di seluruh dunia. Inilah yang membuat Bitcoin sering disebut emas digital.
Ketika permintaan naik dan suplai terbatas, harga pun melonjak. Meski begitu, volatilitas Bitcoin terkenal ekstrem, yaitu bisa naik tajam, tapi juga turun dalam waktu singkat.
Sebagai investor pemula tidak perlu menambang Bitcoin. Cukup beli lewat exchange kripto resmi yang terdaftar di Bappebti.
Baca Juga: Investasi untuk Gen Z Pemula: Mulai dari Mana Biar Nggak Boncos?
Cara Beli Bitcoin untuk Pemula dengan Aman