ekonomi

Stok Pangan Nasional Dipastikan Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026

Sabtu, 31 Januari 2026 | 10:01 WIB
Bapanas pastikan stok pangan nasional aman dan surplus jelang Ramadan hingga Idulfitri 2026 dengan intervensi dan pengawasan harga. ((Diskominfo Karanganyar))

 

TITIKTEMU.CO - Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan bahwa ketersediaan pangan pokok strategis di Indonesia berada dalam kondisi aman menjelang Ramadan hingga Idulfitri 2026. Kepastian ini sejalan dengan berbagai program intervensi pangan yang terus digencarkan untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bapanas, Maino Dwi Hartono, menyampaikan bahwa pihaknya menjalankan arahan Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman agar ketersediaan pangan masyarakat tetap terjaga, terutama menjelang periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional per 6 Januari 2026, sejumlah komoditas utama seperti beras, daging ayam ras, telur ayam ras, gula konsumsi, serta daging sapi dan kerbau dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat setidaknya hingga tiga bulan ke depan, mencakup periode Ramadan dan Idulfitri yang diperkirakan berlangsung dari pertengahan Februari hingga Maret.

Baca Juga: John Herdman Jadikan Keragaman Pemain sebagai Senjata Utama Timnas Indonesia

Beras hingga Daging Masih Surplus

Untuk komoditas beras, total ketersediaan nasional selama Januari hingga Maret 2026 diproyeksikan mencapai 22,2 juta ton. Angka tersebut berasal dari stok awal tahun sebesar 12,4 juta ton serta tambahan produksi sekitar 9,8 juta ton. Dengan kebutuhan konsumsi sekitar 7,7 juta ton, Indonesia diperkirakan masih memiliki surplus beras hingga 14,5 juta ton di akhir Maret.

Kondisi serupa juga terjadi pada daging ayam ras. Total ketersediaan selama tiga bulan diperkirakan mencapai 1,6 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi nasional berada di kisaran 1,01 juta ton, sehingga masih menyisakan surplus yang cukup signifikan.

Untuk telur ayam ras, ketersediaan hingga Maret diproyeksikan sebesar 1,9 juta ton, berasal dari stok awal dan produksi nasional. Dengan konsumsi sekitar 1,67 juta ton, surplus telur di akhir Maret diperkirakan mencapai lebih dari 300 ribu ton.

Baca Juga: John Herdman Bidik Piala Dunia 2030, Target Besar Timnas Indonesia Sejak Awal Kepelatihan

Gula konsumsi pun dinilai aman. Total ketersediaan diperkirakan mencapai 1,46 juta ton, jauh di atas kebutuhan konsumsi nasional Januari–Maret yang berada di angka 712,5 ribu ton. Dengan demikian, stok gula diproyeksikan masih surplus hingga akhir Maret.

Sementara itu, untuk daging sapi dan kerbau, total pasokan hingga Maret diperkirakan mencapai 185,4 ribu ton, yang berasal dari stok awal, produksi dalam negeri, pemotongan ternak, serta impor daging beku. Angka ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi nasional sekitar 179 ribu ton.

Program Intervensi Pangan Terus Digencarkan

Selain menjaga pasokan, Bapanas bersama para pemangku kepentingan pangan juga memperkuat program intervensi yang langsung menyentuh masyarakat, seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penyaluran beras SPHP.

Hingga pekan ketiga Januari 2026, GPM telah dilaksanakan sebanyak 264 kali di 106 kabupaten dan kota, meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Program ini akan terus diperluas hingga Idulfitri mendatang.

Halaman:

Tags

Terkini