TITIKTEMU.CO - Harga emas diperkirakan masih akan melanjutkan tren penguatan dalam sepekan ke depan. Bahkan, nilai logam mulia diprediksi berpeluang menyentuh level Rp3 juta per gram, seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan politik global.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menyampaikan bahwa meski peluang emas menembus Rp3.100.000 per gram terbilang kecil dalam waktu dekat, harga tetap berpotensi bertahan di atas Rp3 juta per gram.
Menurutnya, kenaikan harga emas dunia dan logam mulia domestik dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal. Mulai dari ketegangan geopolitik, konflik perang dagang, dinamika politik di Amerika Serikat, hingga kondisi penawaran dan permintaan emas global.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 27 Januari 2026 Turun Rp1.000, Cek Daftar Terbarunya
Ibrahim menjelaskan, sempat muncul optimisme di pasar setelah meredanya isu ketegangan terkait Greenland. Kesepakatan yang memungkinkan Amerika Serikat mengakses wilayah tersebut seharusnya memberi tekanan pada harga emas. Namun, sentimen positif itu tidak berlangsung lama.
“Walaupun ada kesepakatan Greenland, hubungan antara pemimpin Uni Eropa dan AS justru kembali memanas. Terbukti sejumlah negara Eropa menolak untuk bergabung,” ujarnya.
Selain itu, situasi geopolitik semakin kompleks setelah armada laut Amerika Serikat yang sebelumnya berada di Laut China Selatan bergerak ke kawasan Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump juga melayangkan peringatan keras kepada Iran terkait eksekusi demonstran serta pengembangan reaktor nuklir.
Tak hanya itu, Amerika Serikat juga memberlakukan blokade minyak terhadap Kuba, menyusul penangkapan Presiden Venezuela. Kondisi tersebut membuat pengawasan terhadap sektor ekonomi global, khususnya minyak dan energi, semakin ketat.
Berbagai tekanan global inilah yang dinilai menjadi faktor utama yang mendorong investor kembali memburu emas sebagai aset lindung nilai, sehingga harga logam mulia diperkirakan tetap berada di level tinggi dalam waktu dekat.***