TITIKTEMU.CO - Kartu kredit bisa menjadi solusi praktis untuk belanja dan kebutuhan mendesak. Namun, tidak jarang pengguna kaget saat menerima tagihan bulanan yang membengkak.
Masalah bukan pada kartunya, tapi banyak orang tidak memahami perbedaan cara hitung bunga kartu kredit, khususnya antara cicilan tetap dan bunga retail.
Nah, agar kartu kredit tetap jadi alat bantu keuangan, dan bukan sumber masalah, berikut penjelasan lengkap dan mudah dipahami soal cara menghitung bunga kartu kredit 2026.
Baca Juga: BPJS vs Asuransi Kesehatan Swasta, Pilih Mana? Simak Kelebihan dan Kekurangannya
Dua Jenis Bunga Kartu Kredit
Secara umum, bunga kartu kredit terbagi dua jenis. Keduanya memiliki mekanisme dan akibat yang berbeda terhadap tagihan bulanan.
1. Bunga Cicilan Tetap (Fixed Installment)
Bunga ini muncul saat pengguna mengubah transaksi belanja menjadi cicilan dengan tenor tertentu, misalnya 3, 6, atau 12 bulan. Bunga cicilan biasanya bersifat flat, bahkan sering ada promo cicilan 0%.
Ciri utamanya:
Berlaku saat transaksi diubah menjadi cicilan
Besaran bunga umumnya 0–1% per bulan (flat)
Nominal cicilan tetap setiap bulan hingga lunas
2. Bunga Retail (Revolving Interest)
Bunga retail muncul saat pengguna tidak membayar lunas tagihan, misalnya hanya membayar minimum payment (5%). Inilah jenis bunga yang paling sering membuat tagihan membengkak.