Jemuran 3 unit: Rp800.000
Hanger 100 buah: Rp200.000
Total estimasi investasi awal: sekitar Rp13.000.000.
Sementara itu, operasional bulanan meliputi pembelian detergen, pewangi, plastik pembungkus, serta biaya listrik, air, gaji karyawan, dan transportasi. Jika dirinci, modal operasional bulanan diperkirakan sekitar Rp3.850.000.
Perhitungan Keuntungan
Sebagai contoh, jika dalam sehari bisa mencuci 60 kg pakaian dengan harga Rp5.000 per kg, maka dalam 30 hari omset yang didapat sekitar Rp9.000.000.
Setelah dikurangi biaya operasional bulanan, keuntungan bersih Rp5.150.000. Dengan skema ini, modal awal Rp13 juta bisa kembali dalam waktu tiga bulan. Setelah itu, keuntungan yang diperoleh akan semakin besar.
Ada beberapa alasan mengapa bisnis laundry menarik untuk dijalankan:
Permintaan selalu ada – Mencuci adalah kebutuhan sehari-hari, sehingga pasar laundry selalu terbuka luas.
Potensi keuntungan stabil – Selama menjaga kualitas layanan, konsumen akan terus datang.
Operasional sederhana – Dengan mesin cuci dan setrika, proses kerja bisa dilakukan dengan efisien.
Target pasar luas – Mulai dari mahasiswa, pekerja kantoran, hingga keluarga, semua membutuhkan laundry.
Bisa dimulai dari rumah – Tidak harus menyewa tempat, sehingga modal bisa lebih hemat.
Meski menjanjikan, bisnis laundry juga memiliki tantangan, di antaranya: