TITIKTEMU.CO, Jakarta - BRI telah menerima penempatan dana Pemerintah sebesar Rp55 Triliun dan menyambut positif atas penempatan dana Pemerintah tersebut.
Dhanny, Corporate Secretary BRI mengatakan penempatan dana pemerintah ini akan memperkuat likuiditas bank dalam penyaluran kredit, khususnya pada segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta dukungan terhadap program prioritas Pemerintah.
"Penempatan dana ini diharapkan juga dapat memberikan multiplier effect yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi," lanjut Dhany.
Dhanny menegaskan, BRI akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential banking) serta tata kelola yang baik (good corporate governance) dalam mengelola penempatan dari Pemerintah tersebut.
Baca Juga: Siapa Fitria Yusuf, Pengusaha yang Namanya Terseret Dugaan Kasus Korupsi Jalan Tol?
"BRI berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional, baik melalui penyaluran kredit secara prudent di sektor-sektor produktif serta melalui berbagai dukungan terhadap program pemberdayaan lainnya," ungkap Dhanny dalam keterangan di Jakarta, Jumat (12/9/2025) lalu.
Tercatat hingga akhir Juni 2025, penyaluran kredit BRI tumbuh 6% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi sebesar Rp1.416,6 triliun.
Baca Juga: Desakan Mundur Gus Yahya Menguat, Skandal PBNU dan Korupsi Haji Disorot
Adapun segmen UMKM mengambil porsi terbesar dari total kredit yang disalurkan tersebut, yakni 80,32%.
BRI mencatat, per 30 Juni 2025, rasio kredit macet (Non Performing Loan/NPL) BRI berada di level 3,04%, dengan tingkat yang masih memadai dengan NPL Coverage sebesar 188,84%.
Baca Juga: PELUANG USAHA KONTEN KREATOR: 7 Cara Bikin Konten YouTube Cepat Viral untuk Pemula
Sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan pembagian dana injeksi untuk perbankan, yang disalurkan kepada lima bank nasional yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI.