TITIKEMU.CO-Siapa sangka, hubungan antara Grup Djarum dan Bakmi GM bermula bukan dari pertemuan terencana, melainkan dari sebuah “telepon tak terduga”.
Menurut cerita Victor Rachmat Hartono, sang Direktur Utama PT Djarum, pihak keluarga pendiri Bakmi GM tiba-tiba mengabari bahwa mereka berniat melepas bisnis kuliner legendaris ini.
Tanpa kenal dekat, tanpa rencana, dan tanpa riset panjang, pintu negosiasi pun terbuka.
Pertarungan di Meja Bidding
Keluarga Bakmi GM memilih jalur limited bidding, mengundang beberapa pihak untuk mengajukan penawaran. Grup Djarum ikut masuk arena bersama dua calon pembeli lain.
Hasilnya? Grup Djarum keluar sebagai pemenang, membawa pulang 85% saham PT Griya Miesejati senilai kurang lebih Rp2,1 triliun.
Keputusan Damai di Tengah Dinamika Bisnis Keluarga.
Di balik keputusan menjual, ada cerita kelelahan dan realita usia. Delapan bersaudara pendiri Bakmi GM, kebanyakan berusia 70–80 tahun, sudah mengabdikan hidup mereka di dapur sejak usia belasan.
Setelah puluhan tahun mengaduk bakmi, mereka ingin istirahat. Meski ada generasi penerus, tidak semuanya berminat melanjutkan roda bisnis.
Empat Jalan Masa Depan Bisnis Keluarga
Victor menambahkan, keluarga pemilik usaha biasanya menghadapi empat pilihan: menunjuk satu penerus, membagi bisnis, tetap bersatu, atau menjual.
Keluarga Bakmi GM memilih opsi terakhir—menjual kepada pihak yang mereka percaya mampu menjaga kualitas dan warisan merek.
Dari Mangkuk Bakmi ke Bab Baru Bisnis
Kini, di bawah bendera Grup Djarum, Bakmi GM memulai babak baru.