TITIKTEMU.CO - Ethereum kembali mencuri perhatian para investor kripto setelah mencatatkan kenaikan harga signifikan sebesar 7,44% dalam waktu 24 jam terakhir.
Pada tanggal 17 Juli 2025, harga Ethereum mencapai $3,350 atau sekitar Rp54.546.071, membawa angin segar bagi pasar kripto yang sebelumnya sempat stagnan.
Lonjakan ini menunjukkan adanya momentum bullish yang semakin kuat, didukung oleh berbagai indikator teknikal yang positif.
Sepanjang periode tersebut, Ethereum sempat menyentuh level terendah di Rp50.618.967 sebelum akhirnya melesat ke level tertingginya di Rp55.651.446.
Kapitalisasi pasar Ethereum kini mencapai $404.43 miliar, sementara volume perdagangan harian melonjak hingga 25% menjadi $47.3 miliar.
Para analis melihat bahwa tren ini berpotensi membawa ETH ke level resistansi berikutnya, memberikan peluang besar bagi para investor untuk meraih keuntungan.
Baca Juga: Prediksi Kripto Berpotensi Meroket Tahun 2025
Faktor Pendukung Kenaikan Harga Ethereum
Kenaikan harga Ethereum baru-baru ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Salah satu faktor utama adalah breakout teknikal yang berhasil dicapai oleh ETH, seperti yang diungkapkan oleh analis kripto Nilesh Rohilla.
Ethereum berhasil bergerak di atas rata-rata pergerakan 50-minggu, yang menjadi indikator penting dalam analisis teknikal.
Selain itu, dukungan solid terlihat pada level harga $2.650 dan $2.900, yang menjadi fondasi kuat untuk kenaikan lebih lanjut.
Resistansi utama berikutnya diprediksi berada di $3.450, $3.700, dan $4.100. Kombinasi antara dukungan kuat dan resistansi yang jelas menjadi kunci dalam mempertahankan momentum bullish ETH.
Baca Juga: Update Harga Solana 16 Juli 2025: Bertahan di Atas Support Penting, Apakah Tren Bullish Masih Utuh?
Peran RSI dalam Memprediksi Pergerakan Harga
Relative Strength Index (RSI) juga menjadi salah satu indikator penting dalam analisis harga Ethereum.
RSI menunjukkan bahwa ETH telah menembus rentang sebelumnya, memberikan sinyal kuat untuk kenaikan lebih lanjut.