TITIKTEMU.CO - Bitcoin kembali mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. Aset kripto terbesar ini sempat mencatatkan rekor tertinggi di angka $123.2K, namun kini mengalami koreksi yang membawa harganya ke level $116.4K.
Penurunan ini memicu banyak pertanyaan dari investor, terutama mereka yang baru terjun ke dunia kripto.
Fluktuasi harga Bitcoin sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari aktivitas investor besar hingga kondisi makroekonomi global.
Simak penyebab utama penurunan harga Bitcoin berdasarkan data terkini, analisis teknikal, dan sentimen pasar.
Baca Juga: Prediksi Harga Solana Hari ini 16 Juli 2025: Target Rp43 Juta di Depan Mata
Aktivitas Whale Bitcoin dan Miner yang Memicu Tekanan Jual
Investor besar, atau yang biasa disebut whale, memiliki peran penting dalam pergerakan harga Bitcoin.
Baru-baru ini, wallet Bitcoin dari era Satoshi mentransfer lebih dari 16.000 BTC ke beberapa bursa seperti Binance dan Bybit.
Transaksi besar ini menciptakan tekanan jual yang signifikan, mengingat nilai BTC yang dipindahkan mencapai hampir $2 miliar.
Selain itu, indikator Miner’s Position Index (MPI) menunjukkan lonjakan aktivitas jual oleh para miner.
Angka MPI yang melampaui level 2 menjadi sinyal bahwa para miner mulai melepas kepemilikan mereka dalam jumlah besar.
Aktivitas ini turut memperbesar tekanan di pasar, membuat harga Bitcoin semakin tertekan.
Baca Juga: Prediksi Cryptocurrency Naik Hari Ini 16 Juli 2025: Hedera (HBAR) Vs Aptos (APT)
Kondisi Makroekonomi dan Likuidasi Posisi Long
Faktor eksternal seperti rilis data ekonomi Amerika Serikat juga berpengaruh terhadap penurunan harga Bitcoin.
Data CPI dan PPI yang dirilis baru-baru ini memengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan, termasuk aset kripto.