TITIKTEMU.CO - Spekulasi pemilik supermarket Islami Bintaro dikaitkan sekte terlarang Malaysia mencuat setelah pengakuan mantan anggota dalam podcast viral.
Perbincangan hangat tengah beredar di media sosial mengenai identitas pemilik supermarket Islami di kawasan Bintaro. Sosok ini dikaitkan dengan sekte terlarang asal Malaysia, yang mencuat setelah pengakuan mengejutkan dari seorang mantan anggota sekte tersebut. Isu ini menjadi viral dan memicu rasa penasaran publik.
Kisah ini bermula dari popularitas serial Malaysia berjudul Bidaah, yang mengisahkan sekte keagamaan dengan ajaran menyimpang. Tokoh utama serial ini, Walid Muhammad, digambarkan sebagai pemimpin karismatik namun manipulatif yang memanfaatkan doktrin agama untuk menipu pengikutnya. Serial ini, yang tayang di platform Viu sejak Maret 2025, menarik perhatian masyarakat Indonesia karena tema kontroversialnya.
Baca Juga: Cara Membuat Meme Walid Nak Dewi Boleh dari Serial Bidaah
Denny Sumargo, pembawa acara podcast Curhat Bang, turut tertarik pada kisah tersebut. Dalam salah satu episodenya yang tayang pada Mei 2025, ia mengundang seorang pria bernama Satria, yang mengaku sebagai mantan anggota sekte mirip dengan yang ada di serial Bidaah. Kehadiran Satria dalam podcast tersebut memantik perhatian publik, terutama ketika ia menyebutkan adanya hubungan antara sekte itu dengan pemilik supermarket Islami di Bintaro.
Pengakuan Mengejutkan Mantan Anggota Sekte
Dalam podcast tersebut, Satria tampil dengan wajah tertutup dan kacamata hitam untuk melindungi identitasnya. Ia mengungkap bahwa sekte tersebut didirikan di Malaysia pada tahun 1968 dan memiliki cabang di Indonesia. Menurut pengakuannya, salah satu tokoh penting di Indonesia yang terlibat adalah seorang pemimpin lokal yang juga memiliki supermarket Islami di Bintaro.
Satria menggambarkan sosok ini sebagai individu kaya raya yang sering bepergian ke luar negeri. Ia juga menuduh bahwa pemimpin tersebut menggunakan dalih agama untuk memanipulasi pengikutnya agar menyerahkan harta benda mereka. Kalimat seperti “Barang siapa memberikan hartanya di jalan Allah, maka akan dilipatgandakan” sering digunakan untuk meyakinkan pengikut.
Baca Juga: Ini Profil Biodata Faizal Hussein 2025: Pemeran Drama Terbaru Bidaah (2025)
Meskipun Satria tidak secara eksplisit menyebut nama pemilik supermarket tersebut, pengakuannya cukup untuk menimbulkan spekulasi dan perdebatan di kalangan warganet. Banyak yang mulai bertanya-tanya tentang kebenaran di balik cerita ini.
Dampak Isu dan Respons Publik
Isu ini tidak hanya memicu diskusi luas di media sosial tetapi juga menyoroti fenomena manipulasi atas nama agama. Serial Bidaah dan pengakuan Satria menjadi refleksi bagaimana ajaran menyimpang dapat berkembang dan memengaruhi banyak orang.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi mengenai keterlibatan pemilik supermarket Islami tersebut dalam sekte yang dimaksud. Namun, kisah ini telah membuka mata banyak pihak untuk lebih waspada terhadap ajaran-ajaran yang berpotensi menyesatkan.***