ekonomi

Chief Economist ADB Soroti Pentingnya Digitalisasi UMKM dalam BRI Microfinance Outlook 2025

Senin, 3 Februari 2025 | 17:51 WIB
Chief Economist Asian Development Bank (ADB) Albert Francis Park pada BRI Microfinance Outlook 2025. (Dok BRI)

TITIKTEMU.CO, Jakarta - BRI terus mendorong pertumbuhan UMKM di Indonesia melalui berbagai inisiatif strategis yang berfokus pada digitalisasi, inklusi keuangan, serta pemberdayaan berbasis ekosistem. 

Dalam BRI Microfinance Outlook 2025 yang diselenggarakan bersama dengan BRI UMKM EXPO(RT) 2025 berlangsung di ICE BSD (30/1), Chief Economist Asian Development Bank (ADB) Albert Francis Park menyoroti bahwa UMKM tidak hanya membutuhkan akses kredit, tetapi juga digitalisasi usaha agar dapat berkembang berkelanjutan.

Baca Juga: Hashim Ungkap Prabowo Perjuangkan Makan Bergizi Gratis di Sekolah Sejak 2006 : Anak Harus Cukup Makan!

Menurutnya, digitalisasi menjadi faktor penting yang memungkinkan UMKM mengatasi keterbatasan modal dan akses pasar. 

"Digitalisasi memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan mewujudkan potensinya. Dengan digitalisasi, usaha kecil dapat mengatasi hambatan investasi yang sering dihadapi bisnis tradisional.

Baca Juga: Tabel Angsuran KUR BRI Februari 2025 dari Rp 1 Juta hingga Rp 500 Juta, Syarat, dan Cara Mengajukannya

Misalnya, pelaku UMKM tidak lagi membutuhkan toko fisik untuk berjualan secara daring, sehingga dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, termasuk di pasar internasional. Platform digital juga membantu UMKM mengembangkan usaha dengan lebih efisien serta meningkatkan pengelolaan bisnis, akses informasi, dan inovasi," jelasnya.

Selaras dengan itu, BRI terus memperluas ekosistem digital yang mendukung pertumbuhan UMKM melalui berbagai inisiatif berbasis teknologi.

Baca Juga: Resmi Ditutup, BRI UMKM Export 2025 Realisasikan Kontrak Ekspor Senilai US$ 90,6 Juta dengan Jumlah Lebih Dari 63 Ribu Pengunjung

Beberapa diantarnya adalah adanya platform pemberdayaan BRI LinkUMKM, platform online yang bertujuan membawa UMKM Indonesia naik kelas melalui rangkaian program pemberdayaan terpadu, dan kini telah dimanfaatkan oleh 8,9 juta pengguna di seluruh Indonesia.

Di samping itu, sebagai bagian dari pengembangan UMKM, BRI juga mengelola 54 Rumah BUMN, yang menjadi wadah bagi kolaborasi BUMN dalam membentuk Digital Economy Ecosystem melalui pembinaan UMKM di berbagai daerah.

Baca Juga: Lowongan Kerja PT Samator Indo Gas Tbk Februari 2025, untuk Lulusan S1 Teknik Berpengalaman

Juga ada PARI, yang merupakan Integrated Commodity Platform untuk memberikan kemudahan bagi pelaku ekosistem berdasarkan komoditas. Saat ini, PARI telah digunakan oleh 85.298 pengguna.

Park menjelaskan bahwa UMKM memiliki peran besar dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam penyerapan tenaga kerja. 

Halaman:

Tags

Terkini