ekonomi

BRI Tingkatkan Sharing Economy ke Masyarakat Lewat AgenBRILink, Jumlah Kantor Dikurangi

Jumat, 8 November 2024 | 11:20 WIB
BRI Tingkatkan Sharing Economy ke Masyarakat Lewat AgenBRILink (dok. BRI)

TITIKTEMU.CO, Jakarta - BRI telah mengurangi jumlah kantornya, guna mengakselerasi inklusi keuangan dan menciptakan sharing economy bagi masyarakat dan mengalihkan layanan perbankannya melalui AgenBRILink.

Hal itu diungkap oleh Direktur Utama BRI Sunarso dalam segmen Money Talks Power Lunch CNBC Indonesia, Selasa (5/11/2024).

Baca Juga: Rencana Apple Bangun Pabrik di Bandung: Kenapa iPhone 16 Masih Belum Dijual?

“Layanan kantor yang ditutup kemudian dialihkan kepada para AgenBRILink yang tersebar di warung-warung”, ujarnya.

Berdasarkan data, jumlah kantor BRI pada September 2024 mencapai 7.594 kantor, angka tersebut menurun dibandingkan jumlah kantor pada tahun 2020 sebanyak 9.030 kantor. 

Menurut Sunarso, hal ini merupakan bagian dari transformasi BRI tahap kedua, yang disebut BRIvolution 2.0.

Baca Juga: Kisah Inspiratif: John Mars, Pengusaha Permen dan Cokelat yang Masuk Daftar Top 30 Orang Terkaya di Dunia

Aspirasinya, BRI ingin menjadi “The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and Champion of Financial Inclusion”. Sunarso menekankan, dalam fase ini, inklusi menjadi kunci.

Sunarso mengatakan, pihaknya mengurangi jumlah kantor sebenarnya dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat yang  dikemas dalam rangka financial inclusion.

"Maka kemudian AgenBRILink dimaksudkan untuk memastikan terjadinya sharing ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang secara inklusif melibatkan partisipasi masyarakat sebanyak-banyaknya,” terang Sunarso. 

Ia mengungkapkan, hasil riset BRI menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia belum sepenuhnya digital. Masih lebih banyak yang menyukai layanan perbankan lewat agen.

"Bahkan, jangankan digital, ke bank saja masih enggan, masih lebih senang lewat warung-warung yang sifatnya dekat dengan rumah. Tapi intinya adalah masih butuh physical presence dan personal touch," jelas Sunarso.

Sunarso menggambarkan, AgenBRILink persis seperti layanan kantor cabang BRI yang sesungguhnya, namun dalam bentuk agen. Agen-agen tersebut bisa berupa warung, toko kelontong, dan lain sebagainya.

"Tujuannya adalah supaya menjangkau masyarakat lebih luas, lebih dalam, dan lebih murah dengan tujuan meningkatkan inklusi keuangan tadi di wilayah-wilayah terutama yang tidak terjangkau oleh layanan bank secara formal," imbuh Sunarso.

Halaman:

Tags

Terkini