ekonomi

Harga Bitcoin 2024 Menguat, CEO Indodax: Investor Semakin Percaya pada Aset Kripto

Kamis, 31 Oktober 2024 | 10:35 WIB
Harga Bitcoin 2024 Menguat, CEO Indodax: Investor Semakin Percaya pada Aset Kripto ( Diskominfo Badung - Pemkab Badung)

TITIKTEMU.CO - Harga Bitcoin Oktober-November 2024 kembali meroket dalam sehari terakhir, menandakan semakin tingginya kepercayaan investor terhadap aset digital.

CEO Indodax, Oscar Darmawan, menyambut baik kenaikan tersebut. "Kenaikan yang dialami oleh beberapa aset utama lainnya menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap prospek pasar kripto secara keseluruhan," ujar Oscar Darmawan.

Oscar Darmawan juga menambahkan bahwa fundamental pasar kripto semakin solid dan dukungan institusional terus bertumbuh.

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin (BTC) mengalami penguatan yang signifikan, menurut data CoinGecko.

Baca Juga: Soal Dugaan Kongkalikong Impor Gula Tom Lembong, Eks Mendag Ini Susul 5 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Korupsi

Harga Bitcoin naik sebesar 5 persen dalam 24 jam dan 5,26 persen dalam sepekan, mencapai 71.000 dolar AS atau sekitar Rp1,117 miliar.

Menurut Oscar, tren bullish yang sedang dialami Bitcoin adalah hasil dari kombinasi berbagai faktor eksternal.

Pemangkasan suku bunga memberikan ruang bagi investor untuk mencari alternatif investasi yang lebih menarik.

Sementara stimulus fiskal dari China turut memperkuat pasar dengan memperluas likuiditas yang tersedia.

Selain Bitcoin, aset kripto lain seperti Ethereum (ETH) dan Solana (SOL) juga turut mengalami kenaikan.

Baca Juga: UPDATE! Harga Bitcoin Hari Ini 31 oktober 2024: Meroket Mencapai Rp1 Miliar, Apa Penyebabnya?

ETH naik 5,4 persen dan SOL naik 4,4 persen dalam 24 jam terakhir.

Oscar menilai hal ini sebagai tanda bahwa minat terhadap kripto sebagai instrumen investasi semakin meningkat.

"ETF Bitcoin yang semakin diminati di Amerika Serikat mencerminkan persepsi baru bahwa kripto, khususnya Bitcoin, semakin dianggap sebagai instrumen yang berpotensi memberi nilai tambah dalam portofolio investasi, terutama di tengah volatilitas pasar dan inflasi," tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini