TITIKTEMU.CO, Jakarta – Rumput laut menjadi sebuah bagian dari kisah yang besar bagi Dusun Semaya, Desa Suana, Nusa Penida, Bali sejak tahun 2012.
Sampai saat ini rumput-rumput laut tersebut tetap dijaga kualitasnya, agar tetap stabil di pasaran.
Sebagai upaya untuk tetap dapat menjaga kapasitas dan kualitas produk rumput laut masyarakat di Dusun Semaya membentuk kelompok petani rumput laut.
Baca Juga: Cara Beli Tiket Konser Seringai Jakarta 2024: Harga dan Cara Pembelian yang Mudah
Ketua Klaster, I Nyoman Sudastra menjelaskan kelompok ini didirikan dengan tujuan untuk menyatukan pandangan para petani rumput laut sekaligus menjaga kualitas produk dengan mempersiapkan lahan hingga mencari bibit yang berkualitas.
“Kami memilih bibit yang berkualitas untuk memastikan pertumbuhan yang optimal, dan menyiapkan lahan dengan teliti," ungkap Nyoman.
Menurutnya, panen rumput laut biasanya bisa dilakukan setiap bulan.
"Namun bisa lebih sering tergantung pada luas lahan yang kami kelola,” lanjutnya.
Lebih jauh Nyoman menjelaskan bahwa mayoritas warga Dusun Semaya saat ini adalah petani rumput laut, dan pendapatan dari budidaya ini telah memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Tak hanya laki-laki saja yang terlibat dalam budidaya, tetapi perempuan pun berperan aktif.
Baca Juga: Timnas Indonesia Geber Latihan Lawan Bahrain
Contohnya, Ni Wayan Sari Warningsih, anggota klaster yang berinovasi mengolah rumput laut menjadi produk bernilai tambah seperti kerupuk rumput laut.
Sementara itu, untuk meningkatkan kapasitas produksi sebagian besar petani rumput laut pun telah mendapatkan dukungan permodalan dari BRI melalui KUR BRI.