TITIKTEMU.CO, Jakarta – Telur asin yang berasal dari Desa Sujung, Kabupaten Serang telah lama menjadi primadona.
Di balik kelezatannya, terdapat kisah sukses dari sebuah inisiatif yang bernama Klaster Telur Asin Abinisa di Desa Sujung.
Klaster ini telah berhasil meningkatkan kapasitas usaha masyarakat dan memperkuat kerja sama antar pelaku usaha.
Baca Juga: Berhadiah Ratusan Juta, BRI Gelar Kompetisi “Creator Fest 2024”. Pendaftaran Hingga Akhir Nopember
Berkat klaster ini, para pembuat telur asin kini dapat memproduksi produk dengan kualitas yang lebih baik dan jumlah yang lebih banyak.
Selain itu, mereka juga memiliki akses pasar yang lebih luas, baik lokal maupun nasional. Hal ini tentu saja berdampak positif pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Desa Sujung.
Klaster ini dibentuk sejak tahun 2018, usaha tersebut awalnya fokus pada produksi telur asin. Namun, setelah setahun berjalan, usaha ini mengembangkan produk baru yaitu egg roll. Selain egg roll, usaha tersebut juga memiliki produk unggulan lain seperti salted egg dan telur asin omega.
Produk yang awalnya hanya dipasarkan di sekitar Kabupaten Serang, kini berkat kualitas produk yang terjaga dan inovasi yang terus dilakukan berhasil membuat usaha ini menembus pasar lokal.
Saat ini, mayoritas penjualan produk dipasarkan secara online melalui berbagai platform e-commerce.
Baca Juga: Timnas Indonesia Tahan Imbang Arab Saudi, Ternyata Ini Poin Penting Keberhasilannya
Berkat keberhasilan yang telah dicapai, Klaster Usaha Desa Sujung berhasil diundang oleh BRI dalam acara Brilian Indepence Week 2024 yang diselenggarakan di Kantor Pusat BRI, Jakarta Pusat.
Salah satu kunci kesuksesannya adalah konsistensi dalam menjaga kualitas produk.
Penggunaan kepala udang sebagai pakan bebek merupakan inovasi yang membedakan produk yang diproduksi dengan produk sejenis.
Susi Rahwati, pemilik UMKM Abinisa mengungkap ketersediaan bahan baku kepala udang menjadi tantangan tersendiri bagi usahanya.