TITIKTEMU.CO — Vinto Craft usaha anyaman tradisional asal Jambi kini bisa memperluas pasar ekspor, atau go international.
Pendiri Vinto Craft , Vinto Bustam Effendi mengatakan, melalui ajang tahunan yang sudah digelar BRI sejak 2019 itu, pihaknya telah meneken kesepakatan untuk mengirim 3.000 unit produk ke Qatar dalam periode 3 tahun kedepan.
" Tahun ini ada buyer dari Qatar, tertarik kepada produk kita. Dan tadi alhamdulillah sudah deal untuk harga dan pengiriman,” katanya, di sela-sela UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023 yang tahun ini bertema yang “Crafting Global Connection”.
Melalui ajang BRILIANPRENEUR menurut Vinto pihaknya pun akan mendapatkan bantuan dari konsultan ekspor BRI, berupa pengelolaan keuangan dan letter of credit (L/C).
Baca Juga: BRI Makin Digandrungi Kalangan Gen Z dan Milenial, Ini Lho Rahasia-nya
Dengan segudang manfaat dari acara tersebut, Vinto berharap BRI konsisten melaksanaan BRILIANPRENEUR setiap tahun bahkan lebih baik lagi. sehingga UMKM yang lolos kurasi dan memiliki produk layak ekspor akan bertemu para pembeli baru dari luar negeri.
“ Supaya jangan hanya pasar lokal yang kita dapat, tapi BRI mendatangkan juga buyer-buyer dari luar negeri sehingga kita nanti bisa dapat juga transaksi dengan luar,” katanya.
Vinto Craft hadir atas kekhawatiran akan punahnya pandan rawa akibat pertambangan emas ilegal di Muara Bungo, Jambi. Provinsi tersebut perekonomian mayoritas masyarakatnya sangat bergantung pada komoditas sawit dan karet.
Di mana harga komoditas tersebut fluktuatif. Karena itu, Vinto Craft pun hadir pula atas keprihatinan akan harga sawit dan karet yang tidak stabil. Sehingga, lanjut Vindo, muncul inisiatif untuk menganyam produk kerajinan lokal selain untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, juga melestarikan tradisi leluhur masyarakat desaTeluk Pandak.
Sejak didirikan pada 2011, Vinto Craft telah berhasil mengekspor produknya ke beberapa negara. Oleh karena itu menurutVinto, ajang BRILIANPRENEUR memberikanalternatif pasar bagi pelaku UMKM seperti dirinya.
“Vinto Craft menawarkan beragam kerajinan anyaman termasuk tikar alami dari rumput purun, tas, dan keranjang,” tuturnya.
Karena kualitasnya yang baik dengan mengusung aspirasi keberlanjutan usaha pada produknya, hingga saat ini Vinto Craft telah dianugerahi berbagai penghargaan dari dalam maupun luar negeri. Di antaranya adalah Inacraft Award, Good Design Indonesia, dan World’s Crafts Council Award of Excellence.
Sementaraitu, UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023 yang resmi ditutup oleh Direktur Utama BRI Sunarso pada Minggu (10/12), mencatatkandealing commitment melalui business matching US$81,3 juta atau sekitar Rp 1,26 triliun dengan asumsi kurs Rp15.500.
Sunarso mengungkapkan bahwa nilai kesepakatan tersebut naik bila dibandingkan dengan BRILIANPRENEUR 2020, di mana mencapai US$ 57,5 juta. Tahun ini juga jauh lebih besar dibandingkan capaian 2021 dan 2022, yang masing-masing US$ 72,1 juta dan US$ 76,7 juta.
BRI pun optimistiscdapat mencapai target nilai transaksi sebesar Rp20 miliar, didorong oleh program transaksi online e-commerce yang masih akan berlangsung sampai dengan 31 Desember 2023.
Terpisah, Menteri BUMN RI Erick Thohir mengapresiasi berbagai program yang telah diterapkan oleh BRI, termasuk program pemberdayaan seperti UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023. Sebab, ajang yang telah dilaksanakan sebanyak 5 kali dengan berbagai inovasi ini terbukti sukses dalam memutarperekonomian secara keseluruhan.
"UMKM adalah prioritas pertumbuhan ekonomi nasional, dan BRI sebagai bank dengan portofolio UMKM terbesar diharapkan terus bergerak menciptakan ekosistem bagi pelaku UMKM dengan tujuan utama ekonomi tumbuh," ujar Erick.