TITIKTEMU.CO, JAKARTA – Saham milik PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan kode BBRI genap 20 tahun melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
BRI melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada 10 November 2003 dan menawarkan 3.811.765 juta saham biasa (common shares) dengan harga Rp875/saham.
Baca Juga: 3 Tempat Agrowisata Yang Menawarkan Sensai Memetik Jambu Di Tawangmangu
Apabila mempertimbangkan stock split dan right issue, sampai dengan saat ini, tercatat saham BBRI telah naik 61,5 kali lipat apabila dibandingkan dengan saat IPO.
Menteri BUMN RI Erick Thohir mengungkapkan apresiasinya terhadap BRI atas pencapaian tersebut.
Baca Juga: Pelaku Usaha Mikro Indonesia Terus Berkembang, Kupedes BRI Raup Keuntungannya
Baca Juga: Ini Dia Cara BRI Peduli Mendukung Pengelolaan Sampah Di Sungai Citarum
Menurut Erick, keberhasilan BRI juga dirasakan pelaku usaha UMKM. Berbagai program BRI, termasuk program pemberdayaan, terbukti sukses dalam memutar perekonomian secara umum.
"Ini adalah pilar perekonomian. UMKM yang terus bergerak dengan dukungan BRI, mampu menunjukkan kinerja yang sangat baik. Implikasinya terlihat dari level usaha riil di masyarakat. Ekonomi tumbuh. Di sisi lain, BRI pun menunjukkan catatan kinerja yang baik," ujar Erick.
Baca Juga: Menyicipi Nasi Gudeg Kekinian Di Mbak Pirang
Erick Thohir menegaskan, peran BUMN memang mesti menyeimbangkan sisi bisnis, pelayanan publik, sekaligus menjadi katalisator bagi ekonomi rakyat.
"Apa yang ditunjukkan BRI jadi contoh bagaimana BUMN kita membuktikan mampu mencatatkan kinerja bisnis perusahaan yang baik, pelayanan publik yang maksimal, sekaligus menjadi motor dalam mendorong tumbuhnya UMKM," ujar Erick.