TITIKTEMU.CO JOGYAKARTA - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan duka cita atas meninggalnya salah seorang suporter PSS Sleman Tri Fajar Firmansyah pada Selasa (02/08).
Menurut Sri Sultan, kejadian semacam ini dapat dicegah apabila para suporter sepakbola senantiasa mengedepankan rasa guyub rukun. Sri Sultan tak melarang masing-masing suporter mendukung tim favoritnya asalkan tetap menjaga nilai-nilai keistimewaan Jogja.
“Saya minta (suporter) Kota @psimjogja_official dan Sleman @pssleman saya mau memfasilitasi dialog suporter ini. Pendekatannya yang penting kompak untuk jadi bagian dari DIY, jangan berkelompok-kelompok," ungkapnya, seperti dilansir instagram @ infojogja.
Baca Juga: Owalah Modus Pinjam Motor untuk Ambil Uang ke ATM, Perbuatan Terlarang Justru Dilakukan Wanita Ini
"Olahraga mestinya membangun solidaritas bersama. Saya ingin mereka punya kesadaran bersama untuk berdialog, saya memfasilitasi, provinsi tidak ada masalah. Bagaimanapun masyarakat Jogja masyarakat kita bersama,” tambahnya.
Sebelumnya, #bebaskanlimawargaDIY sempat trending di jagat twitter. Mereka kecewa, setelah lima warga DIY yang membela 'rumahnya' diacak-acak justru ditahan polisi.
Sementara provokator yang diduga suporter Persis Solo justru dibiarkan saja oleh polisi. Netizen menulis: Mereka bukan perusuh!Mereka hanya perduli dengan marwah kota ini!
Menurut Antonus Fokki Ardiyanto, SIP, suporter lawas PSIM, yang diunggah di akun twitter @gembongsky di, Polres Sleman tidak presisi dalam menangani kasus kerusuhan supoter Persis di Jogyakarta belum lama ini.***