TITIKTEMU.CO- Untuk menambah pemasukan bagi petani Desa Panusupan , Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah menggelar pelatihan membuat pupuk organik cair dari air seni ternak. Pelatihan digelar di aula Desa Panusupan (22/8), diikuti puluhan petani yang antusias.
Yudi Winarso salah satu petani mengaku selama ini tidak memaksimalkan air seni ternaknya sebagai pupuk. Yudi berharap dengan pelatihan ini dapat memaksimalkan limbah ternak dan menyuburkan tanamannya.
“Nah kalau beli pupuk kimia kan sekarang sulit. Dengan pelatihan ini ya membantu sekali. Saya jadi tahu cara yang benar bikin pupuk organik, kalau dulu ya ngarang saja. Asal siram kalau dulu, 1:10 liter, seliter air seni dicampur 10 liter air, terus saya siramkan,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Diskominfo Jateng Hermoyo Widodo mengatakan, pelatihan itu merupakan realisasi program Satu OPD Satu Desa Dampingan, guna memutus mata rantai kemiskinan di Panusupan. Melalui pelatihan tersebut, diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Baca Juga: Peternak di Kendal Budidayakan Lalat Hitam atau Maggot untuk Pakan Itik Alternatif
“Pupuk organik lebih baik dan ramah lingkungan. Limbah ternak dapat diaplikasikan ke tanaman dengan hasil lebih baik, dan mengurangi efek pupuk kimia. Kegiatan ini diikuti beberapa kelompok petani. Harapannya nilai ekonomi lebih tinggi,” ucapnya.
Instruktur pembuatan pupuk cair organik dari Dinas Pertanian Purbalingga, Darmawan mengatakan, pembuatan pupuk dari air seni ternak sangat mudah. Selain itu, kandungan pupuk cair organik memiliki manfaat serupa dengan pupuk kimia.
“Dia sangat bagus untuk menggantikan pupuk kimia, karena kandungannya sama dengan urea. Dimanfaatkan memacu pertumbuhan tanaman dan tak menimbulkan reaksi negatif di tanah, juga punya unsur nitro yang bermanfaat bagi tanaman,” paparnya.
Menurut Darmawan, dengan pengetahuan pembuatan pupuk cair, petani Desa Panusupan juga bisa berhemat. Bahkan, jika mau, mereka bisa berwirausaha dengan membuat dan menjual pupuk cair.
“Nilai jual pupuk cair itu sekitar Rp70 ribu-Rp100 ribu. Kalau bisa berinovasi membuat pupuk cair, akan memunyai nilai tambah dari hewan ternak yang dimiliki,” pungkas Darmawan.
Selain pelatihan pembuatan pupuk organik, Diskominfo Jateng juga telah menyelenggarakan pelatihan dengan memanfaatkan bahan lokal. Seperti pembuatan kue, keripik dan sirup. Selain itu, adapula bantuan perbaikan rumah tak layak huni (RTLH), bantuan sembako, serta gizi tambahan bagi anak stunting. Untuk pelatihan dan pemberian bantuan, Diskominfo menggandeng berbagai pihak, di antaranya Baznas Jateng, Dinkop UKM Jateng, hingga Dinas Pertanian.