Penilain yang sama ddiungkapkan Siswi SMKN 3 Surakarta, Rahma Ilyasa, keberadaan BRT akan meringankan beban orang tua yang harus antar jemput anaknya ketika sibuk bekerja.
Baca Juga: 7 Tempat Makan di Madiun Paling Enak, Langganan Pejabat dan Artis
“Membantu siswa karena ongkosnya juga tidak mahal-mahal dan juga enak. Hanya Rp2 ribu,” tuturnya, yang siap menjadi pelanggan BRT Trans Jateng, di depan sekolahnya.
Sementara itu, salah satu pekerja pabrik di Nambangan, Wonogiri, Nova Al Furqon mengaku, ia dan teman-temannya terbantu dengan kehadiran BRT yang melintasi jalan raya depan tempat kerjanya.
“Sangat membantu dengan adanya BRT. Untuk teman karyawan, buruh, siswa sekolah, ayo gunakan transportasi umum yang sudah difasilitasi oleh pemerintah, dengan menggunakan Trans Jateng,” kata Nova, saat uji coba BRT Trans Jateng.
Pekerja lainnya, Dina Enjelina Pratiwi, juga menuturkan hal serupa. Menurut Dina, dengan bus yang nyaman dan tarif yang terjangkau, jelas akan membantu masyarakat menghemat pengeluaran.
Baca Juga: Khutbah Jumat: Mengisi Kemerdekaan dan Menjaga Persatuan sebagai bentuk Cinta Tanah Air
“Tidak memberatkan. Kan hanya dengan Rp4 ribu, bisa menghemat bensin (BBM sepeda motor). Misalnya dari sini (Wonogiri) ke Solo memerlukan biaya Rp20 ribu. Itu bisa menghemat Rp16 ribu. Jadi bisa menghemat banget bagi karyawan seperti saya,” kata Dina.
Dina menceritakan, dulu saat naik bus biasa, ia sering merasa mual. Kini, setelah naik BRT, ia bisa naik bus dengan nyaman dan tidak merasa mual.
Pengemudi BRT Trans Jateng koridor Solo-Sukoharjo-Wonogiri, Ardian Yohan Pratama mengatakan, para sopir BRT berkomitmen mengendarai bus dengan nyaman dan aman. Karena, hal itu menjadi aturan yang harus mereka patuhi.
Baca Juga: 7 Tempat Makan Top Dekat Tugu Jogja, Wajib Dicoba!
“Sudah ada SOP-nya buat kerja. SOP-nya, kita dibatasi 50 km per jam, jalan tidak boleh zigzag, kita mengutamakan kenyamanan ke penumpang khususnya. Kita melayani, menyalurkan jasa ke penumpang, melayani biar nyaman sampai tujuan penumpang, enggak ugal-ugalan di jalan. Ya saya yakin dari segi safety lebih baik Trans Jateng,” kata Yohan.
Ia siap menaati aturan pengemudi dalam mengendarai BRT. Sebab, Yohan merasakan dengan bekerja di BRT Trans Jateng, ekonomi keluarganya bisa lebih baik.
“Dari segi sopir, terbantu ekonominya, khususnya. Kita kan cari ekonomi buat keluarga di rumah. Adanya ini, kita punya penghasilan tetap untuk jangka ke depannya. Itu sangat membantu sekali untuk saya,” ucap mantan pengemudi truk ini.
Sebagai informasi, BRT Trans Jateng koridor Solo-Sukoharjo-Wonogiri berangkat dari Terminal Tirtonadi Solo-Terminal Tipe C Wonogiri, atau sebaliknya. Beberapa titik menarik akan dilewati, seperti Masjid Raya Syeikh Zayed, Banteng Vastenburg, Masjid Agung Sukoharjo, serta pemandangan hamparan sawah dan perbukitan di Wonogiri.***