"Untuk sampah organiknya dari bekas sisa makanan di dapur ditaruh ke ember tumpuk. Untuk bekas sayuran yang mau kita olah di masukkan di biopori. Selain itu, untuk ekoenzim khusus buah ini swadaya dari warga dan pengolahannya dua minggu sekali," ujarnya.
Ia berharap, warga Kota Yogyakarta bersama-sama memilah sampah secara mandiri seperti yang dilakukan warga Kampung Ratmakan.