daerah

Ini Cara Hebat Warga Ratmakan Dalam Mengelola Sampah

Jumat, 28 Juli 2023 | 10:00 WIB
Samiyati saat memasukkan sisa makanan ke dalam Ember Tumpuk (Pemkot Yogya)

TITIKTEMU.CO, Warga Kota Yogya kini mulai mengolah sampah organik dari rumah dengan cara sederhana dan peralatan yang mudah didapat. Mendapatkan pupuk murah juga lingkungan jadi bersih dan hijau.  Seperti yang dilakukan warga RW 8 Ratmakan Kelurahan Ngupasan Kemantren Gondomanan.

Mereka mulai dengan mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos dengan metode ember tumpuk dan biopori. Salah satunya warga RW 8 RT 27 Kampung Ratmakan  bernama Samiyati sampai saat ini menerapkan pilah sampah secara mandiri. Sebelum dibuat menjad pupuk cair.

Samiyati ini menggunaka metode ember tumpuk tertutup ini dengan peralatan sederhan  dan mudah diperoleh. ember yang dipakai bisa saja menggunakan ember bekas cat berukuran besar. 

 

Saat ini di Kampung Ratmakan memiliki tujuh ember tumpuk yang bisa dimanfaatkan oleh warga. Caranya ya dengan memasukkan sampah dari dapur yang sebelumnya telah dipilah dulu.  

Baca Juga: Bank Sampah Jogja Heboh, Aksi Edukasi Agar Tidak Menyampah Saat Berwisata

"Saya sebagai warga di Kampung Ratmakan sudah mulai memilah limbah dari dapur dan limbah yang harus dimasukkan ke bank sampah. Kebetulan ini untuk sampah dari limbah dapur sisa nasi dan sayuran. Selain itu, juga saya memilah duplek kardus dan botol plastik, selama ini sudah berjalan," ungkapnya

 

Cara yang dilakuan warga  ini ternyata efektif membantu pemerintah dalam mengurangi sampah di Kota Yogyakarta. Selai itu warga memiliki dana untuk kas kampung.

 

seperti diungkapkan  Direktur 'Bank Sampah Grezeek' Kampung Ratmakan RW 8, Evi Erawati mengatakan, selain pilah sampah dari rumah, kegiatan Bank Sampah juga secara rutin dilaksanakan. Setidaknya sebulan sekali agar lingkungan lebih bersih, dan memanfaatkan barang bekas menjadi barang ekonomis.

Setidaknya setiap sebulan sekali Bank Sampah Grezeek melakukan penimbangan sampah seperti botol, kardus, kertas ataupun duplex karton. Rata-rata sampah yang di timbang di Bank Sampah Grezeek mencapai 20 kilogram dengan nominal Rp 200.000 rupiah.

Baca Juga: Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak Gandeng Swasta Tangani Sampah di TPS Pucang Gading

Tambahnya, untuk sampah organik warga Kampung Ratmakan dengan sadar membuang sampahnya ke tempat khusus yang sudah disediakan di kampungnya, seperti ember tumpuk ataupun biopori.

Untuk sampah buah-buahan juga disediakan tempat agar dapat diolah menjadi ecoenzim.

Halaman:

Tags

Terkini