Selain itu, kegiatan ini membantu mahasiswa mengembangkan sikap kritis dan tanggung jawab terhadap proses demokrasi di Indonesia. Mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan yang mendorong demokrasi yang berintegritas dan inklusif.
Mengapa DIY Berbeda?
Pilkada serentak yang berlangsung pada 27 November 2024 melibatkan 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota di seluruh Indonesia.
Namun, DIY memiliki kekhususan karena tidak menyelenggarakan pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Sebagai provinsi yang dipimpin oleh Sultan dan Adipati, DIY hanya melaksanakan Pilkada untuk memilih bupati, wakil bupati, walikota, dan wakil walikota.
Meski demikian, kegiatan pemantauan tetap berlangsung intensif.
Mahasiswa FISIPOL UGM memastikan bahwa proses pemungutan dan penghitungan suara berjalan transparan, sesuai regulasi, dan bebas dari kecurangan.
Kolaborasi untuk Demokrasi Lebih Baik
Kolaborasi antara UGM dan JaDI DIY menunjukkan komitmen kuat terhadap demokrasi.
Kegiatan ini bukan hanya melatih mahasiswa untuk memahami proses kepemiluan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dengan menjamin keterbukaan dan akuntabilitas dalam Pilkada.
Dr. Wawan berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan, sehingga generasi muda semakin aktif dalam mendukung proses demokrasi di Indonesia.
“Semoga pengalaman ini menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menjadi pemimpin yang berintegritas di masa depan,” tutupnya.
Dengan kolaborasi yang kuat dan semangat mahasiswa, demokrasi Indonesia diharapkan semakin maju dan inklusif.***