daerah

UGM dan JaDI DIY Kolaborasi Pantau Pilkada, Mahasiswa Terlibat Aktif Mendukung Demokrasi

Sabtu, 30 November 2024 | 08:30 WIB
Dokumentasi mahasiswa UGM dan JaDI DIY Kolaborasi Pantau Pilkada (ugm.ac.id)

TITIKTEMU.CO-Universitas Gadjah Mada (UGM), melalui Election Corner Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIPOL), sukses melaksanakan pemantauan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi antara UGM dan Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) DIY, dengan tujuan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses demokrasi di tingkat lokal.

Sebanyak 31 mahasiswa lintas departemen FISIPOL UGM terlibat langsung sebagai tim pemantau. Mereka ditempatkan di tiga kalurahan, yakni Maguwoharjo, Condongcatur, dan Caturtunggal, di wilayah Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.

Masing-masing mahasiswa bertugas di satu Tempat Pemungutan Suara (TPS), memberikan kontribusi nyata dalam mengawasi proses pemilu di lapangan.

Baca Juga: Kalau Mahasiswa dan Dosen UGM Gelar Aksi Bersih Sungai Boyong

Pelatihan Khusus untuk Pemantau

Sebelum bertugas, para mahasiswa menerima pelatihan intensif dari JaDI DIY dan Election Corner FISIPOL UGM selama dua hari. Materi pelatihan mencakup:

  • Pemahaman aturan dan regulasi pemilu.
  • Prosedur teknis pemantauan di TPS.
  • Strategi menjaga netralitas dan profesionalitas.

“Pelatihan ini membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjalankan tugas mereka secara optimal,” ujar Dr. Wawan Mas’udi, S.IP., M.P.A., Dekan FISIPOL UGM.

Dr. Wawan menambahkan bahwa pengalaman ini tidak hanya memperluas wawasan mahasiswa, tetapi juga memiliki nilai akademik. Dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), pengalaman pemantauan ini dapat dikonversikan menjadi Satuan Kredit Semester (SKS).

Hal ini menunjukkan bagaimana UGM mendukung mahasiswa untuk belajar langsung dari pengalaman di lapangan.

Meningkatkan Kesadaran Demokrasi Mahasiswa

Menurut Dr. Wawan, keterlibatan mahasiswa dalam pemantauan Pilkada bukan hanya untuk mendukung penyelenggaraan pemilu yang kredibel, tetapi juga untuk membangun pemahaman mendalam tentang demokrasi.

"Kegiatan ini menjadikan mahasiswa tidak hanya saksi, tetapi juga aktor yang berperan dalam penguatan kapasitas pemantauan pemilu berbasis komunitas,” jelasnya.

Baca Juga: Deklarasi Kampanye Pilkada Damai 2024: Perempuan Berani Mengawasi dan Memilih Bersama Lawan Diskriminasi

Halaman:

Tags

Terkini