TITIKTEMU.CO, Akhir November 2023 ini menurut BMKG merupakan awal musim hujan. Untuk meningkatkan kesiapsiagaan penanggulangan bencana menghadapi musim hujan, Pemerintah Prov Jateng menggelar apel, yang diikuti 200 orang personel gabungan dan perwakilan dari sejumlah instansi berikut 25 kendaraan taktis dan peralatan pendukungnya.
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, mengingatkan masyarakat untuk terus waspada dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana. Dia juga meminta jajarannya dan pihak terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan penanggulangan bencana.
“Kita akan menghadapi musim hujan. Maka dalam mengantisipasi, kita melakukan langkah antisipasi. Seperti kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan instansi dan struktural, TNI-Polri dan instansi vertikal. Juga seluruh komunitas relawan kebencanaan,” kata Nana, di sela-sela kegiatan di lokasi.
Pihaknya mengecek kembali dan mengantisipasi kesiapsiagaan yang harus dilakukan dalam menghadapi bencana yang kemungkinan terjadi. Seperti, banjir, longsor, angin puting beliung, banjir rob, banjir bandang, dan lainnya.
Baca Juga: Ada Kampung Siaga Bencana Di Jepara, Warganya Dipersiapkan Aktif Menghadapi Bencana
“Makanya, kita dari awal melakukan kesiapsiagaan masing-masing instansi dan relawan ,mengecek semua peralatan yang harus ada,” sambungnya.
Selain melakukan langkah penanggulangan, lanjut Nana, pihaknya dari awal menyampaikan peringatan (warning) pada masyarakat, bila daerahnya masuk lokasi bencana alam, disarankan untuk pindah dari lokasi tersebut, atau juga bersiap dievakuasi.
“Itu langkah-langkah yang kami lakukan,” bebernya.
Dalam sambutannya, Nana juga meminta masyarakat untuk teliti membaca fenomena alam atau ilmu titen. Hal itu sebagai bentuk antisipasi terjadinya bencana alam di wilayah mereka tinggal.
“Tingkatkan kepedulian dengan ilmu titen untuk membaca fenomena alam,” jelasnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jawa Tengah Wahyudi Fajar menyampaikan, dengan dilakukannya apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana, seperti pengecekan personel dan alat, pihaknya tahu persiapan dari seluruh komponen.
Dia berharapan, peralatan yang siap itu tidak dioperasionalkan, karena kalau dioperasionalkan berarti terjadi bencana. Meski demikian, bila setiap saat dibutuhkan penanganan, pihaknya siap bila terjadi bencana. Adapun potensi bencana di Jateng, sesuai kajian risiko bencana ada pemetaan. Misalnya, di wilayah tengah ada pegunungan di Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purbalingga, Banjarnegara, Brebes, dan Pemalang, yang berpotensi banjir dan longsor.