Panitia, imbuhnya, juga menggelar lomba Fashion Show on the Street di arena PBN, dengan konsep peserta berlenggak lenggok bak model, mengenakan aneka jenis batik.
Aaf menjelaskan, peserta lomba diwajibkan untuk membeli sarung batik dan baju/kain batik secara langsung di arena pameran batik.
Selain meramaikan Pekan Batik, hal itu untuk mendukung potensi lokal sarung batik dan aneka jenis fesyen batik khas Kota Pekalongan.
Baca Juga: Pemda DIY Lakukan Perlindungan Habitat Monyet Ekor Panjang, Caranya?
“Kami rasa ini juga tidak terlalu memberatkan bagi peserta, karena yang dijual di pameran ini tidak hanya batik tulis, tetapi juga ada batik cap yang harganya masih terjangkau,” bebernya.
Wali kota meminta masyarakat berbondong-bondong, ikut memeriahkan dan menghadiri rangkaian Pekan Batik Nasional (PBN) Kota Pekalongan 2023. Kegiatan itu masih berlangsung di Lapangan Mataram hingga 29 Oktober 2023 mendatang.***