daerah

Musim Kemarau, Petani di Tulungagung Mampu Panen Ratusan Ton Tembakau

Rabu, 25 Oktober 2023 | 11:55 WIB
Berkah musim kemarau, petani di Tulungagung, bisa memanen ratusan ton tembakau (pixabay.com)

TITIKTEMU.CO, TULUNGAGUNG - Kemarau panjang yang terjadi saat ini, ternyata membawa berkah bagi para petani tembakau di Kabupaten Tulungagung. para petani tembakau mampu memanen ratusan ton tembakau kering dengan harga yang cukup tinggi di pasaran.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Tulungagung, Suyanto mengatakan, pada awal 2023 petani tembakau di Kabupaten Tulungagung sempat merugi puluhan juta, akibat tanaman tembakaunya puso atau gagal panen akibat musim hujan. Tercatat, sebanyak 116 hektare lahan tembakau mengalami gagal panen lantaran intensitas hujan yang tinggi.
Baca Juga: Serunya Desa Wisata “Trah Aji” Traji Di Tumenggung, Yang Bikin Seru
 
Baca Juga: Konservasi Penyu Pantai Kili Kili Trenggalek Jadi Rumah Kelahiran Ribuan Tukik
 
"Satu hektare lahan tembakau itu petani bisa merugi hingga Rp 70 Juta. Namun untungnya tembakau yang puso rata-rata masih berusia dibawah satu bulan masa tanam. Sehingga ada kerugian petani tidak terlalu besar," tutur Suyanto.
 
Setelah musibah itu terjadi, para petani tembakau merawat kembali sisa tanaman yang masih berpotensi untuk hidup. Di sisi lain, banyak petani yang memilih untuk menanam kembali bibit tembakau. Dengan harapan nantinya bisa menutup kerugian sebelumnya.
Baca Juga: Timnas U 17 Indonesia Selesaikan Pemusatan Latihan Di Jerman
 
Baca Juga: Manchester City Bersiap Lebih Awal Hadapi Youth Boys di Lapangan Sintetis di Kandang Lawan
 
"Beberapa petani tembakau yang mengalami gagal panen, juga sudah kami usulkan untuk mendapatan bantuan pupuk dari pemerintah. Harapanya bisa mengurangi kerugian yang dialami oleh petani tembakau," ujarnya.
 
Suyanto menjelaskan, perjuangan para petani tembakau di Tulungagung ternyata berbuah manis. Pasalnya, saat musim kemarau ini, banyak petani yang sudah berhasil memanen tembakaunya. Bisa dikatakan sebagai panen raya tembakau bagi mereka.
Baca Juga: Pemkot Yogya Gelar Operasi Pasar Terbanyak Untuk Kendalikan Inflasi
 
"Dari total luasan lahan tembakau di Tulungagung yakni 1.040 hektare kini sudah ada 431 hektare lahan tembakau yang panen. Jika dihitung beratnya mencapai 699 Ton tembakau kering," jelasnya.
 
Apabila musim kemarau bisa bertahan lama hingga akhir tahun, potensi panen tembakau bisa tembus hingga 1.768 Ton tembakau kering. Mengingat terdapat lima kecamatan di Tulungagung yang menjadi pusat produksi tanaman tembakau.
Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Wajib Nonton Serial Gadis Kretek
 
Baca Juga: Siap-siap, Serial Gadis Kretek Tayang di Netflix 2 November
 
"Adapun lima kecamatan penghasil tembakau di Tulungagung adalah Kecamatan Campurdarat, Pakel, Gondang, Boyolangu dan Sumbergempol," terangnya.
 
Selain banyak lahan tembakau yang sudah panen, para petani juga bersyukur karena harga jual tembakau kering mengalami peningkatan. Dimana untuk tembakau jenis campuran dari harga Rp 60 ribu per Kg kini naik menjadi Rp 90 ribu per Kg. Sedangkan untuk tembakau jenis polos dari harga Rp 90 ribu naik menjadi Rp 135 ribu per Kg.
Baca Juga: Istithaah Kesehatan Akan Jadi Syarat Pelunasan Biaya Haji 2024
 
Baca Juga: Ada Pameran Foto Haji 2023 Di UMY, Yogyakarta. Lihat Yuk
 
"Kenaikan harga tembakau disebabkan karena minimnya pasokan. Disisi lain permintaan pasar yang cukup tinggi," paparnya.
 
Permintaan tembakau asal Tulungagung juga menyebar dibeberapa wilayah. Mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi hingga Sumatera. Disisi lain, sekitar 60 persen permintaan tembakau berasal dari pasar tradisional.
Baca Juga: Ange Postecoglou Catatkan Rekor Sebagai Pelatih Dengan Pencapain Poin Terbanyak dalam 9 laga awal Liga Premier
 
"Permintaan pabrik juga ada sebenarnya. Tapi persentasenya hanya 40 persen. Sisanya adalah permintaan pasar tradisional," pungkasnya.***(ham)
 
 
 

Tags

Terkini