daerah

Festival Bedug Merahkan Peringatan Hari Santri Di Cilacap

Selasa, 24 Oktober 2023 | 11:07 WIB
Festival Bedug untuk menyemarakkan Hari Santri Nasional Tahun 2023. (Pemprov Jateng)

TITIKTEMU.CO, Rampak suara bedug memenuhi atmosfer Alun-Alun Cilacap, pada acara Festival Bedug, Jumat (20/10). Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk menyemarakkan Hari Santri Nasional Tahun 2023.

 

Festival diikuti oleh tujuh grup perwakilan dari eks distrik di Cilacap. Setiap peserta tampil dengan durasi maksimal 15 menit dan dinilai tiga dewan juri dari unsur profesional.

Ditambahkan, panitia menyediakan piagam dan uang pembinaaan bagi pemenang dengan rincian Rp8 juta untuk Juara I, Rp6 juta untuk Juara II, dan Rp5 juta untuk Juara III. Selain itu, Juara Harapan I mendapat uang pembinaan Rp3 juta, Juara Harapan II Rp2 juta, dan Juara Harapan III bersama masing-masing Rp1 juta.

Penjabat Bupati Cilacap Yunita Dyah Suminar mengungkapkan, Festival Bedug ini bukan sekadar perayaan biasa, namun simbol kebersamaan, tradisi dan keindahan dalam keberagaman budaya Indonesia.

Baca Juga: Jihad Santri Sekarang Turun Di Kancah Perekonomian Dan Menguasai Teknologi

“Melalui festival ini saya berharap dapat menginspirasi semua yang hadir untuk lebih mendalami dan menghargai warisan budaya kita”, jelas Yunita.

Kelompok Sifaul Qulub dari Kecamatan Cilacap Tengah meraih Juara I, disusul Al Muhajrin dari Cilacap Utara dan El Bughto dari Karangpucung sebagai Juara II dan III. Selanjutnya, Juara Harapan I, II, dan III secara berurutan diraih Rijaul Ansor dari Bantarsari, Al Mais dari Maos, Darunnajah dari Patimuan, dan Ya Asyqol Mustafa dari Cilacap Selatan.

Sementara itu di Kabupaten Purbalingga, ajakan jihad intelektual disampaikan Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) kepada para santriwan dan santriwati, pada gelaran Apel Hari Santri Tingkat Purbalingga di Alun-alun Purbalingga, Minggu (22/10).

“Makna jihad di hari ini bukan berupa peperangan fisik melainkan jihad intelektual,” kata Bupati Tiwi.

Jihad ini, imbuhnya, bisa dilakukan melalui peningkatan kompetensi, literasi ilmu agama, literasi ilmu pengetahuan, literasi digital, dan semangat bersinergi mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Bupati menuturkan, para santri di era sekarang dihadapkan dengan sederet persoalan, seperti kemiskinan, pengangguran, kebodohan, korupsi dan degradasi moral. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus ditangani. Caranya dengan menjalin sinergi dan kolaborasi antara santri dan pemerintah, baik di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, maupun dengan memberikan akselerasi bagi kejayaan Indonesia, termasuk kemajuan Purbalingga.

Baca Juga: Santri Harus Lawan Keterbelakangan dan Kebodohan

“Terima kasih kepada para pimpinan pondok pesantren, madrasah diniyah, dan lembaga keagamaan pendidikan Islam yang telah berkontribusi membangun Purbalingga, dengan membimbing para santri melalui ilmu agama dan pendidikan karakter,” kata bupati.

Kepala Kantor Kementerian Agama Purbalingga diwakili Kasubbag TU, Syarif Hidayat, menyampaikan Hari Santri Nasional di Purbalingga, diperingati dengan beragam acara, mulai dari Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI), Halaqoh Kyai dan Ulama, Apel Hari Santri, Bazar dan Pameran, Pawai Taaruf, dan lainnya.

Halaman:

Tags

Terkini