“Nih aku bicara dad.”jawab Nanda.
Ava yang melihat interaksi anaknya dan ayahnya itu tertawa kecil.
“Mama tadi kak Sam kasih Rain kado.”ujar Rain sambil menunjukan kado dari Samudra.
“Dad,”panggil Nanda.
“Apa bang?”sahut Ikshan.
“Nggak abang manggil doang ngetes masih bernafas nggak.”ujar Nanda sambil terkekeh karena suka melihat wajah sebal daddynya. Wajar saja Nanda suka mengusili daddynya Ikshan masih belum berubah penuh. Terkadang ia masih sama dengan sikap lamanya dingin dan datar tanpa eksperesi tapi sekarang ia mulai belajar untuk menghilangkan muka temboknya itu. Walau pun susah.
“Masa tadi om gilang-”
“Dia ngomong apa sama abang?”potong Ikshan.
“Aku pas gede disuruh cari banyak-banyak cari pacar terus di phpin.”jelas Nanda yang sama sekali dirinya sendiri tidak mengerti.
“Nggak boleh.”larang Ava.
“Emang kenapa ma? Kan banyak teman bagus.”tanya Nanda dengan polosnya.
“Tuh kan mas Gilang minta di jejelin pantat kadal.”gerutu Ava.
Dan sekarang Ikshan sadar bahwa Gilang sangat berbaya untuk anaknya yang masih polos-polos ini. Bukan hanya Samudra saja yang sudah tercemar oleh Gilang tapi Nanda anaknya juga.
“Pantat kadal?”tanya Rain.
“Siapa yang ngomong gitu sayang?”tanya Ava.
Artikel Terkait
Ini Link PDF Cerita Horor Ranjat Kembang, Akhir dari Trilogi Sewu Dino SimpleMan
Link Cerita Horor Lemah Layat Agar Mudah Memahami Trilogi Sewu Dino SimpleMan
Link Cerita Horor Padusan Pituh SimpleMan, Spin-Off Sewu Dino, Janur Ireng dan Ranjat Kembang
Cerita Horor SimpleMan Desa Gondo Mayit, Kisah Mistis Pendaki Gunung
Cerita Horor Mbarep Tunggal SimpleMan, Konflik Mistis Keluarga Jawa