PART 7: MY COLD BAD BOY - MCBB
by: RANNISKII
“Maaf,aku merasa nyaman saat aku mendekapmu.” -Ava Anatha Jaya
Angin mulai berhembus kencang menciptakan suasa dingin. Tepat pukul 23.00 malam mereka sudah berkumpul dengan muka bantal untuk melakukan jurit malam.
Merinding dan dingin itu yang Ava rasakan bersama kelompoknya sekarang. Hutan ini luas dan terlihat menyeramkan sekarang.
Baca Juga: Rancangan Perpres Soal Publisher Rights, Langkah Anti Demokrasi
Baca Juga: Google: Peraturan Presiden Soal Publisher Rights Berpotensi Mengancam Masa Depan Media di Indonesia
“Kami sudah memberikan arahan di setiap perjalanan kalian menuju pos. Dan kami minta dapatkan bendera yang sudah kami letakan di setiap pos ada empat bendera. Pos satu bendera bewarna merah, kedua bewarna putih, ketiga bewarna kuning dan pos keempat bewarna biru. Jika kalian menemukan empat bendera itu kalian bisa menunggu di pos keempat sebagai selesainya misi kalian malam ini.”
“Saya harap perjalan berjalan dengan baik. Jaga perkataan jangan buang sampah sembarangan hormati tempat dimana pun kamu berada. Sekarang berdoa dalam hati mulai.”
Baca Juga: Sertifikasi Halal Kini Hanya Dapat Dilakukan Online
Kami pun berdoa bersama dengan khusyuk sesuai keyakinan masing-masing. Satu persatu kelompok melanjutkan jalannya untuk menjelajah hutan.
“Nggak penting kita mau kalah atau menang, yang penting kita semua selamat sampai balik nanti.”ucap Ava tegas yang diangguki setuju anggota kelompok.
“Perhatikan jalan baik-baik. Jangan sampai tertinggal.”peringat Ikshan.
“Iya kak.”
Kami pun melanjutkan perjalanan.
“Serem juga ya, pohonya gede-gede.”ucap Reza.
“Gandeng.”jawab Sigit.
“Serem juga ya hutannya, punten sepuh-sepuh abdi nggak macem-macem kok.”ucap Alvin.
“Bodoh ini tuh hutan. Wajar serem,”ucap Nadia.
“Jangan gitu dong sayang, kalian harus tetap was-was nanti kalo ada nenek guyang gimana. Ya ampun nggak mau bayangin aku tuh..”ujar Sigit mendramatisir.
“Nanti nasib dede gemes gimana.”sambung Sigit lagi.
Baca Juga: Dari Nasi Megono Sampai Lurik Ganjar Hadir Di Banjarmasin
Ava terkekeh geli sedangkan Bella, Nadia, Alvin dan Reza mendengus sebal.
“Iya gemes, sangking gemesnya pengen gue tendang kejurang. Mau lo!”ketus Nadia.
“Tendang kehati kamu aja gimana?”modus Sigit sambil menjawil genit dagu Nadia.
“TANGAN MAU GUE PATAHIN?!”sentak Nadia tak suka.
Ava, Bella, Reza dan Alvin terbahak melihat Sigit dimarahin Nadia.
Sedangkan Ikshan sedari tadi hanya diam membiarkan anggota kelompoknya berisik. Tugas ikshan hanya membimbing mereka dan menjaga. Selebihnya bukan urusan lelaki itu.
Baca Juga: Ibu Hamil Hati-Hati Ya, Hepatitis B Ternyata Banyak Ditularkan dari Ibu ke Anak
Artikel Terkait
Cerita Horor Sewu Dino SimpleMan Banyak Dicari, Ini Link PDF Download Gratis
Cerita Horor Janur Ireng, Bagian Kedua dari Trilogi Sewu Dino dari SimpleMan, Catat Linknya
Ini Link PDF Cerita Horor Ranjat Kembang, Akhir dari Trilogi Sewu Dino SimpleMan
Cerita Bersambung: 'SELIRMU, BABUKU' Part - 13 (TAMAT)
Cerita Bersambung:'Tresnane Sang Primadona' Eps.21 (TAMAT)
Awalnya Kerap Dibully, Tanpa Oplas, Idol KPop Korea ini menjadi...
Cerbung: 'Dua Pelaminan' [8-tamat] Penulis: Yetty Diaz MR
TERNYATA PUNYA MAKNA MENDALAM‼️ Inilah Deretan Idol KPop Yang Memiliki Banyak Tato
Cerita Bersambung: Surgamu Menyiksaku By. Sinar Cinta Part 13 (TAMAT)