“Saya mau. Untuk kali ini.”jawab Ikshan langsung.
“Saya keluar, sebentar lagi kegiatan MOS akan berlangsung.”pamit Ikshan tanpa ingin mendengar jawaban Pak Dewo lagi. Karena baginya menerima tawaran ini sudah cukup. Dan Ikshan tidak butuh basa-basi lagi.
Pak Dewo menatap kepergian Ikshan dengan menghela nafasnya sabar. Ikshan memang seperti ini dingin,tak mau basa-basi dan suka seenaknya. Guru-guru sudah lelah menghadapi lelaki itu dan tidak juga bisa berbuat dan mengatur banyak untuk ikshan. Karena ikshan memiliki kuasa penuh akan sekolah ini. Karena kedua orang tua ikshan donatur terbesar untuk sekolah ini.
Dan jika Ikshan siap membantu itu sudah harusnya di sukurkan. Karena lelaki ini kerap kali acuh tak acuh dan cuek terhadap sekitar.
Ikshan seperti ini juga bukan tanpa sebab. Semua ini karena kenangan paitnya di masa lalu yang semakin lama semakin menghabisi hidupnya menjadi gelap dan kelam.
*** “Karena ketua osis kita mendadak tidak bisa ikut selama kegiatan mos berlangsung.”ucap Pak Dewo membuat anak-anak peserta mos yang mendengarkan mendengus tak rela. Dan mulai berisik membicangkan mengapa ketua osis mereka tidak ada, seganteng apa ketua osis mereka, dan banyak lagi bicaraannya.
“Tapi untuk sementara ini ketua osis serta wakil ketua osis akan di pertanggung jawabkan ikshan. Ikshan Fernando,”sambung Pak Dewo lagi yang kini membuat wajah berseri senang kepada siswi MOS dan menjadi kabar baik untuk mereka.
Setelah mendengar pemberitahuan dari Pak Dewo tidak ada eksperesi yang menggambarkan ikshan sekarang. Tetap tenang dengan pandangan dingin dan tajam. Bagi
Ikshan ini tidak ada yang menarik kecuali,
Saat mata hijaunya menangkap sebuah pemandangan yang cukup membuat dirinya terpana. Ya,gadis yang tadi pagi bertabrakan dengannya ketika wajah itu terlihat marah dan kesal di mata ikshan itu menggemaskan.
“Ikshan kamu bisa melanjutkan kembali.”ucap Pak Dewo. Ikshan mengganguk mengerti lalu ia berjalan menggantikan posisi Pak Dewo yang tadi berdiri di depan mic yang langsung berhadapam dengan ratusan peserta MOS. Keadaan yang tadinya berisik kini sunyi tidak ada yang berani membuka suara saat Ikshan berdiri tegap di atas mereka dengan rahang kokoh yang tegas dan mata menatap tajam.
“Kita akan mengadakan kegiatan berkemah selama tiga hari. Sebagai penutupan MOS.”ucap Ikshan tanpa basa-basi.
“Saya tidak suka dengan murid yang melanggar peraturan selama kegiatan MOS berlangsung, tidak boleh ada yang telat datang dan lupa membawa barang yang di perintahkan panitia. Tidak menerima alasan apa lagi bantah-”
“NGGAK!”ucap Ava keras membantah cerita Bella.
Artikel Terkait
Cerita Horor Sewu Dino SimpleMan Banyak Dicari, Ini Link PDF Download Gratis
Cerita Horor Janur Ireng, Bagian Kedua dari Trilogi Sewu Dino dari SimpleMan, Catat Linknya
Ini Link PDF Cerita Horor Ranjat Kembang, Akhir dari Trilogi Sewu Dino SimpleMan
Cerita Bersambung:'Tresnane Sang Primadona' Eps.21 (TAMAT)
Awalnya Kerap Dibully, Tanpa Oplas, Idol KPop Korea ini menjadi...
Mau jadi Idol KPop? Banyak Syarat Berat yang Harus Kamu Miliki, Beberapa di antaranya Adalah Ini
5 Idol KPop Segala Bisa. Jago Nyanyi Hingga Akting dan Sukses Menjadi Pemeran Drama Korea
Cerita Bersambung: KADO BIRU UNTUK SUAMI Part 16 [TAMAT]
Fakta-Fakta Penting Zayyan Idol Kpop Korea Asal Indonesia, Yang Siap Debut Bersama OJC Newbies
Cerita Bersambung: Surgamu Menyiksaku By. Sinar Cinta Part 13 (TAMAT)