pariwisata

Bisa Lihat Apa Saja di Tumurun Private Museum Solo?

Jumat, 29 Oktober 2021 | 07:45 WIB
Salah satu sudut Tumurun Private Museum (Instagram @tumurunprivatemuseum)

“Museum ini kami bangun untuk memaknai warisan dari generasi sebelumnya. Itulah mengapa namanya Tumurun,” kata Iwan Kurniawan Lukminto, sang pemilik.

Baca Juga: Hotel Pelangi, Hotel Tertua dan Saksi Bisu Sejarah Kota Malang

Sejumlah karya menarik lainnya adalah lukisan karya JA Pramuhendra berjudul  “A Heaven’s Tale” yang dibuat pada 2010.

Sebuah lukisan realis yang menggambarkan dua pria sedang membaca dalam warna hitam putih. Menariknya, lukisan itu dibuat dari arang.

Ada juga sebuah lukisan berjudul “Perjamuan Terakhir” yang dibuat dari susunan aksara Jawa. Luar biasa.

Baca Juga: Ciri Khusus Ukir Suku Kamoro, Bukti Kekayaan Budaya Indonesia

Tumurun Museum Private juga memajang tiga mobil kuno koleksi keluarga Lukminto, yaitu Dodge 1928, Dodge Coupe 1948, dan Mercedes Benz S Class 1970.

“Mesin sehat, semuanya masih bisa jalan. Tapi tidak pernah dipakai lagi, paling hanya dipanaskan,” jelas Iwan.

Lokasi museum keren di Jalan Kebangkitan Nasional No.2/4  Laweyan, tidak jauh dari  Taman Sriwedari.

Tidak ada biaya masuk museum. Namun, pengunjung harus reservasi terlebih dulu. Caranya: klik laman resmi Tumurun Private Museum, www.museumtumurun.com.

Baca Juga: Asyiik! Sekarang Ada Pusat Kuliner Hele Yo di Pinggir Danau Sentani

Selanjutya klik menu ‘contact’.

Pada bagian ‘Get in touch with us’ ada formulir yang wajib diisi. Masukkan nama, alamat email dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Kemudian pada kotak ‘Your Message’ tuliskan permohonan kunjungan. Tulis tanggal dan waktu. Cantumkan nama-nama orang yang ikut jika berkunjung secara rombongan.

Tunggu email balasan. Jadwal kunjungan akan ditentukan oleh pihak museum. Ada baiknya Anda mencantumkan tiga alternatif waktu dan jam kunjungan.

Halaman:

Tags

Terkini