pariwisata

Hotel Pelangi, Hotel Tertua dan Saksi Bisu Sejarah Kota Malang

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:00 WIB
Hotel Pelangi, Tetap Eksis Sejak Jaman Kolonial Hingga Kini (tourismnews.id)

 

TITIKTEMU.CO, MALANG - Tak bisa dipungkiri, Kota Malang atau orang gaul biasa nyebutnya sebaga ‘Ngalam’, terus berbenah dan kian populer karena menjadi tujuan acara yang majemuk.

Sebut saja, tempat untuk berlibur, lokasi yang pas untuk hang out bersama teman, tempat berburu kuliner, atau tempat untuk belajar menuntut ilmu di kampus negeri Universitas Brawijaya, misalnya.

Konsekuensi dari semua itu, adalah tumbuh suburnya tempat menginap. Entah hotel berbintang, hotel murah meriah, atau bahkan home stay serta penginapan untuk sekelas backpacker-an.

Baca Juga: Tahap 97 dan 98, Indonesia Terima Kedatangan Vaksin Pfizer dan AstraZeneca

Nah, dari sekian ratus hotel yang ada di Ngalam, tahukah anda, hotel apa yang paling dulu ada alias hotel tertua?

Ternyata…namanya adalah Hotel Pelangi.

Yaaa…hotel Pelangi adalah hotel tertua di kota Malang.

Hotel ini mempunyai sejarah yang panjang, sekaligus menjadi saksi bisu, pahit getirnya perjalanan kehidupan warganya.

Baca Juga: Lonjakan Kasus di Inggris Jadi Peringatan, Masyarakat Indonesia Jangan Lengah

Seperti yang diunggah di kanal  https://www.tourismnews.id/safari-tourism/pr-1291511836/sejarah-dan-peran-hotel-pelangi-di-kota-malang. Awalnya, Hotel Pelangi bernama Palace Hotel.

Palace Hotel mempunyai ciri-ciri khas bangunan kolonial Belanda. Mulai dibangun pada tahun 1900, hotel ini kemudian selesai dibangun pada tahun 1915, atau hanya terpaut satu tahun, setelah kota Malang diresmikan.

Kala itu, Palace Hotel  merupakan hotel terbesar dan satu-satunya hotel mewah di kota Malang, dengan jumlah 126 kamar. Setiap kamarnya memiliki teras dan koridor.

Baca Juga: Ulama dan Santri Berperan Penting Dalam Perjuangan Melawan Pandemi COVID-19

Yang menjadi ciri khas adalah, Palace Hotel memiliki twin tower atau menara kembar. Namun bangunan tersebut, kini sudah hancur, akibat aksi bumi hangus pada saat Agresi Militer Belanda I, tahun 1947.

Halaman:

Tags

Terkini