Namun, sejak awal pandemi Covid-19 desa wisata ini terpaksa ditutup. Hingga akhirnya saat PPKM level 2 desa wisata ini kembali dibuka dengan pembatasan dan protokol kesehatan ketat.
Baca Juga: Terbersih di Dunia, Ini Keunikan Desa Wisata Penglipuran di Bali
Sebanyak 65 kamar homestay yang semula berkapasita 150 tamu karena pembatasan berkurang menjadi 70 orang. Per kamar maksimal dua orang, kecuali keluarga.
Pengurangan kapasitas juga berlaku untuk obyek wisata. Misalnya wisata edukasi yang semula 40 orang berkurang 50 persen agar pengunung bisa menjaga jarak.
Sabtu (9/10/2021) Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno sempat mengunjungi Desa Wisata Sumberbulu.
Baca Juga: Agenda Seni Budaya Terdekat di Jogja dan Solo, Jangan Terlewat!
Menurut Sandiaga, Desa Wisata Sumberbulu merupakan desa wisata strategis yang harus terus dikembangkan. Dia mendukung kearifan lokal yang ditawarkan desa wisata ini.
Sandiaga juga mengapreasiasi konsep pengunjung menginap, bukan sekadar berkeliling. Ajakan menginap harus dibarengi dengan paket wisata yang menarik.
“Saya kira ini bentuk terobosan mengemas paket wisata. Luar biasa pengalaman di Sumberbulu. Sangat menarik, apalagi ada sendang yang menjadi ikon desa wisata ini,” ujar Sandiaga.
Desa wisata ini masuk dalam 50 besar ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Sebanyak 6 desa wisata di Jawa Tengah masuk 50 besar ajang yang digelar Kemenparekraf.
Lima desa wisata lainnya adalah Dieng Kulon (Banjarnegara), Sangiran (Sragen), Pandanrejo (Purowerjo), dan Cikakak (Banyumas).***