“Karena lapar, monyet-monyet turun ke pemukiman warga. Mereka mengambil makanan persembahan keagamaan yang biasanya diletakkan di depan rumah,” ujar Made.
Lebih dari sekadar lapar, menurut Made, monyet-monyet juga bosen karena tercerabut dari kebiasaan mereka.
Baca Juga: Kampung Naga, Menjaga Tradisi Leluhur di Dasar Lembah
Dalam kondisi normal, mereka kerap bermain dengan wisatawan, berinteraksi, ada keramian manusia di sekitar mereka. Tibatiba ini sepi.
“Akan sangat bagus jika warga sering datang ke hutan untuk bermain dan emberi makanan. Ini bisa menjadi salah stau cara agar monyet-monyet tidak menjadi liar,” jelas Made.***