pariwisata

Kampung Naga, Menjaga Tradisi Leluhur di Dasar Lembah

Senin, 20 September 2021 | 12:12 WIB
Kampung Naga. (disparpora.tasikmalayakab.go.id)

 

TITIKTEMU.CO, TASIKMALAYA - Kampung Naga di Kecamatan Salawu, Tasikmalaya, adalah sedikit dari kampung adat yang memiliki tradisi turun-temurun menjaga alam.

Permukiman di kampung tradisional ini menekankan konsep filosofi, bahan, dan bentuk bangunan yang adaptif dengan mitigasi kebencanaan.

Dalam kehidupan sehari-hari dan ritual, warga menjaga air terus mengalir sepanjang zaman. Caranya dengan menghormati hutan sebagai sesuatu yang keramat.

Baca Juga: Terbersih di Dunia, Ini Keunikan Desa Wisata Penglipuran di Bali

Bagi sekitar 100 kepala keluarga di Kampung Naga, hidup selaras dengan alam itu sebuah keniscayaan.

Menjaga alam adalah amanat adat tradisi leluhur atau karuhun. Tak heran sampai saat ini mereka bertahan dengan pola hidup Sunda Buhun (tradisional).

Lihatlah rumah-rumah di Kampung Naga yang rapi memanjang dari timur ke barat. Pola itu dipilih karena searah dengan alur matahari. 

Rumah-rumah menghadap utara atau selatan dengan bentuk seragam: panggung kayu, pondasi batu, dinding bambu. Dua pintu dan jendela, lantai kayu, dan atap ijuk.

Baca Juga: Desa Wisata Terbaik 2021, Minang Nagari Sumpu. Rendangnya Yummy!

Rumah-rumah itu seperti membawa pesan pemiliknya tidak ingin menonjolkan diri. Tidak ada yang lebih bagus atau lebih jelek.

Warga setia memegang ajaran para karuhun (leluhur). Misalnya, tidak ada listrik di Kampung Naga. Listrik memberi berdampak tidak baik bagi kehidupan warga.

Hasil panen padi juga selalu berlimpah. Tapi mereka jarang menjual pihak luar. Mereka selalu punya persediaan padi selama setahun.

Kampung Naga terletak di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, sekitar 30 km arah barat pusat kota Tasikmalaya.

Baca Juga: Ini Empat Warisan Alam Indonesia yang Diakui UNESCO, Salah Satunya Taman Nasional Komodo

Halaman:

Tags

Terkini