pariwisata

Jangan Sampai Kecele! Kalau Mau ke Tebing Breksi Lakukan Reservasi Online Dulu!

Rabu, 15 September 2021 | 21:01 WIB
Tebing Breksi, Sleman, Yogyakarta (pic. berwisata.org)

TITIKTEMU.CO SLEMAN - Hai…haiii…halllooo…bagi kalian yang ingin piknik ke Tebing Breksi di Sleman, Yogyakarta, kalian harus baca dulu informasi terkini yang satu ini. Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Supramono, menyarankan pengunjung Tebing Breksi untuk tidak langsung mendatangi lokasi, tetapi melakukan reservasi dulu secara online melalui “Visiting Jogja”.

“Kalau bisa reservasi online, kalau mau pakai Visiting Jogja kami anjurkan, sehingga bisa dipantau. Kalau yang mau datang berapa orang, bisa kami pantau. Datang ke situ, kemudian di pintu masuk cek QR Code PeduliLindungi untuk screening, ujar Supramono.

Baca Juga: Terkait Video Viral, Dirjen Bimas Islam Sebut Wisata ke Borobudur Tidak Haram

Nah, untuk mendukung protokol kesehatan, tetap disediakan lho fasilitas cuci tangan dan periksa suhu tubuh. Kuota pengunjung juga masih dibatasi sebanyak 25% dari total kapasitas. Untuk pengunjung dengan anak di bawah usia 12 tahun, belum boleh masuk.

“Meskipun di beberapa statement, Pak Menteri Pariwisata bilang kalau ada diskresi. Tapi kami belum mau pakai itu. Banyak anak yang berkunjung ya. Menurut saya itu nanti, kalau sepanjang uji coba, mendingan nggak dulu. Biar efek uji cobanya kelihatan benar, ungkapnya.

Baca Juga: Ditanya Soal Dukungan Jadi DKI 1, Gibran Malah Sanjung Anies Baswedan

Tebing Breksi resmi kembali dibuka sejak dua hari lalu atau pada Minggu (13/09). “Meski telah dibuka dua hari lalu, Tebing Breksi memang belum ramai dikunjungi. Tebing Breksi kapasitasnya 10.000 orang.

Selama ini, selama PPKM itu, ya paling 200 orang, maksimal 500 orang. Jadi pembatasan 25 persen itu pasti tercapai ya, karena pengunjungnya memang masih sedikit, katanya.

Menurut Supramono, hal itu disebabkan karena pengunjung Tebing Breksi biasanya dari rombongan massal anak sekolah. Padahal sekarang, anak sekolah tidak boleh berwisata. Kalau pun ada, rombongan dari luar daerah satu dua bus yang juga anak sekolah itu tetap sedikit lah menurut saya“, terangnya.

Baca Juga: Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Pertama di Asia Tenggara Dibangun di Karawang. Manfaatnya Apa sih Bagi Kita?

Seperti diketahui status Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, kini turun dari level 4 ke level 3. Pemprov DI Yogyakarta terus gencar melaksanakan percepatan vaksinasi. Saat ini, cakupan vaksinasi sudah menyentuh angka 67 persen.

Dalam satu hari, rata-rata 29.000 warga di Di Yogyakarta divaksinasi. Penurunan level tersebut diiringi dengan pembukaan objek wisata di sejumlah lokasi secara terbatas dengan penerapan protocol kesehatan yang ketat.***

Tags

Terkini