pariwisata

Mengunjungi Pasar Tradisional Solo Menjadi Wisata Unik

Sabtu, 12 Agustus 2023 | 09:00 WIB
Pasar Klewer pusatnya perdagangan batik (Pemkot Surakarta)

TITIKTEMU.CO, Mengunjungi pasar tradisional, bagi sebagian orang bukan sekedar melakukan aktivitas membeli keperluan sehari-hari, seperti sayuran atau lauk pauk. Namun banyak yang melakukan aktivitas ke pasar tradisional tidak hanya berbelanja keperluan harian, tetapi ingin dolan atau jalan-jalan. Berwisata ke pasar makin banyak dilakukan orang, untuk dolan sambil mencari barang-barang unik yang belum tentu ada di daerah asalnya.

Begitu banyak barang-barang kebutuhan yang menarik bisa ditemui di pasar tradisional. Di tengah gempuran pasar moderen, mini market dan belanja online, namun pamor pasar tradisional tidak pernah surut. Begitu banyak orang-orang yang mengunjungi pasar tradisional hanya ingin mencari berbagai kebutuhan harian. Sementara bagi wisatawan, ada yang mencari berbagai barang, yang tidak banyak dijual di daerahnya.

Pasar tradisional di Solo banyak menyediakan berbagai kebutuhan unik. Maka, saat ini pasar tradisional masih bisa memainkan perannya sebagai destinasi wisata belanja yang bisa berpotensi mendatangkan keuntungan berlipat bagi ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Berburu Lenjongan Di Pasar Solo Yang Membuat Rindu

Namun faktor lingkungan yang bersih dan penataan tempat kios yang rapi, juga menjadi alasan orang mau berkunjung dan berwisata ke pasar tradisional di Solo.

Di Solo tersebar banyak pasar-pasar tradisional, di antaranya:

  1. Pasar Gede Hardjonagoro
  2. Pasar Nusukan
  3. Pasar Kadipolo
  4. Pasar Legi
  5. Pasar Kliwon
  6. Pasar Nongko
  7. Pasar Harjodaksino, Gemblekan
  8. Pasar Gading
  9. Pasar Sidodadi, Kleco
  10. Pasar Jebres
  11. Pasar Jongke, Laweyan
  12. Pasar Tanggul, Sewu, Jebres

Dan masih banyak lagi pasar-pasar rakyat tradisional yang tersebar di Kota Solo. Pasar-pasar rakyat tradisional ini menjadi tujuan warga dan wisatawan, lantaran harga yang ditawarkan relatif murah atau terjangkau. Hampir di semua pasar, juga tersedia fasilitas umum yang memadai, seperti toilet, akses pejalan kaki yang baik serta musala atau masjid.

Dan yang tidak bisa ditemui di tempat lain, di setiap pasar pasti menjual berbagai barang yang unik dan khas. Seperti di Pasar Gede Hardjonagoro, yang menjadi salah satu ikon Kota Solo di Jalan Urip Sumoharjo, Sudiroprajan, Kecamatan Jebres ini, menjual oleh-oleh seperti emping, lenjongan cenil, bumbu pecel, teh racik, es dawet telasih, lemper layah batu (cobek), lumpang batu, buah segar dan masih banyak lagi.  Bila melihat komentar warga dan wisatawan di sosial media, mereka menyebut ‘Belum ke Solo kalau belum ke Pasar Gede’. Pasar Gede menjadi pilihan favorit wisatawan yang mengunjungi Solo. Setiap hari pasar tradisional ini selalu ramai disambangi wisatawan.

Pasar Nusukan juga tidak kalah seru. Pasar ini memiliki kekhasan setiap malam hari mulai pukul 22.00 hingga dini hari menyediakan ikan laut segar, mulai kepting, cumi-cumi, udang, kerang, hingga ikan laut lainnya. Memasuki pagi hingga siang, banyak menyediakan berbagai kebutuhan harian dapur dengan harga murah. Bila pagi hari, di pasar ini ada warung soto yang cukup laris dan menjadi langganan warga dan wisatawan.

Baca Juga: Ini Dia Tips Mencari Batik Di Pasar Klewer Solo, Dijamin Asik

Belanja di Pasar Legi? Wah jangan ditanya lagi. Pasar Legi sebagai pasar sentra sayuran segar terbesar di Kota Solo ini menyediakan berbagai sayuran lengkap dengan harga terjangkau. Ada juga segala jenis emping, kripik, rambak kulit asin dan masih banyak lagi. Serunya lagi, di Pasar Legi, juga bisa berbelanja sore hingga malam hari. Pasar Legi seperti tidak pernah tutup, mulai subuh hingga subuh lagi, selalu buka. Pasar sore di Pasar Legi biasanya banyak dimanfaatkan karyawan yang memang baru bisa berbelanja usai pulang jam kantor, sekitar pukul 16.00 hingga 17.00 sore.

Pasar Jebres juga menawarkan sensasi yang keren. Selain menyediakan semua kebutuhan dapur dan harian, bila berbelanja di pasar ini mendapat bonus view yang amazing, karena langsung berhadapan dengan Stasiun Solo Jebres. Stasiun Solo Jebres merupakan Bangunan Stasiun Cagar Budaya yang dibangun tahun 1884 oleh Pemerintah Kasunanan Surakarta melalui perusahaan kereta api Hindia Belanda Staatsspoorwegen (SS). Saat ini Stasiun Jebres menjadi salah satu stasiun induk untuk transportasi kelas ekonomi dengan tujuan Jakarta dan Surabaya serta sebagai stasiun barang atau kargo ke beberapa kota serta sebagai salah satu stasiun destinasi wisata ke Kota Solo.

Sebagai benda cagar budaya, Stasiun Solo Jebres dapat dimanfaatkan sebagai objek dan daya tarik wisata karena keindahan, keunikan dan keragamannya. Stasiun ini sudah direvitalisasi yang tidak bersifat mengubah, tetapi mengembalikan Stasiun Jebres Surakarta seperti dulu saat masih digunakan oleh pihak Keraton Kasunanan. Banyak penumpang yang turun di Stasiun Jebres, memanfaatkan istirahat untuk berburu kuliner dan oleh-oleh di Pasar Jebres yang menyediakan banyak warung makan dengan menu yang enak dan murah.

Tags

Terkini